Beranda Peristiwa Pemilik RPH Bebek Akhirnya Temui Gaspol Terkait tuduhan pencemaran lingkungan

Pemilik RPH Bebek Akhirnya Temui Gaspol Terkait tuduhan pencemaran lingkungan

BERBAGI
kediri hari ini

Kediri, AGTVnews.com – Pemilik Rumah Pemotongan Hewan (RPH) CV Putra Prima Mandiri akhirnya menemui perwakilan LSM Gerakan Sikat Pengotor Lingkungan (Gaspol) di Desa Badas Kecamatan Badas Kabupaten Kediri, Rabu (25/7/2018).

Dalam pertemuan tersebut diperoleh kesepakatan antara kedua belah pihak yakni perusahaan berjanji akan membenahi pengolahan limbah sesuai standar aturan.

Koordinator Gaspol, M Hudlori mengatakan akan melakukan peninjauan langsung ke RPH bersama pihak pemerintah desa, pemerintah kecamatan dan dari Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kabupaten Kediri.

“Poin pertama tadi katanya akan memperbaiki seluruh aliran limbah yang selama ini mungkin belum memenuhi standar oprasional dari DLHKP. Setelah ini nanti maksimal pada Selasa (30/7/2018) kita tinjau langsung. Selama satu minggu kedepan harapannya benar-benar sesuai pengolahan limbah sesuai aturan,” jelas Hodlori, Rabu (25/7/2018).

| Baca Juga:  Massa Pro Karaoke Sebut Anggota DPRD Anti Pancasila, Aksi Unjuk Rasa Nyaris Ricuh

Sementara itu, mengenai adanya bau tidak sedap dari kandang bebek mitra, Perusahaan berjanji akan menutup dan berhenti bekerjasama dengan warga yang bermitra.

“Warga yang terdampak harus melaporkan kepada kepada pihak perusahaan secara tertulis maksimal 3x laporan per 2 bulan. Laporan ini akan ditindak lanjuti oleh perusahaan. Sementara untuk mitranya akan diputus kerjasamanya apabila dilaporkan,” tutur Hudlori.

Pada pertemuan kali ini dihadiri langsung jajaran DLHKP Kabupaten Kediri, aparat Desa Badas, Kapolsek Pare beserta jajaran, Satpol PP Kabupaten Kediri dan Camat Badas.

| Baca Juga:  Tidak Terima Pungutan Pengurusan Sertifikat, Ratusan Warga Gelar Demo

Sebelumnya LSM Gaspol melakukan aksi demo di depan RPH CV Putra Prima Mandiri, Selasa (24/7/2018). LSM ini menuntut terjadinya pencemaran sungai yang dilakukan perusahaan tersebut. Sungai yang dulunya bening, saat ini airnya menghitam dan menimbulkan bau tidak sedap.(*)

Reporter: M Ubaidillah
Editor  : Linda Kusuma