Beranda Hukum Kriminal Selidiki Penyebab Kenaikan Harga Telur Ayam, Satgas Pangan Temukan Ini

Selidiki Penyebab Kenaikan Harga Telur Ayam, Satgas Pangan Temukan Ini

BERBAGI

Blitar, AGTVnews.com – Mencari penyebab pasti kenaikan harga telur ayam, Satgas Pangan Polres Blitar menggelar sidak ke sejumlah peternak ayam petelur di Kecamatan talun dan Kanigoro Kabupaten Blitar, Senin (16/7/2018).

Dari hasil sidak, tim Satgas Pangan menemukan sejumlah fakta yang mengakibatkan melonjaknya harga telur ayam di pasaran. Naiknya harga telur ayam ini ternyata bukan hanya disebabkan karena adanya larangan penggunaan Antibiotic Growth Promoters (AGP) dan Ractopamine sejak awal 2018 lalu, namun ada beberapa faktor lain.

“Dari sidak yang sudah dua kali kami lakukan, lonjakan harga di pasaran disebabkan karena turunnya produksi. Penurunan produksi itu dipicu berbagai faktor salah satunya adalah faktor cuaca dan penyakit,” tutur AKBP Anissullah M Ridha, ketua tim Satgas Pangan Polres Blitar, Senin (16/7/2018).

Hal senada dijelaskan Agus Pranoto, manager peternakan ayam petelur di Desa Jatinom, Kecamatan Kanigoro. Menurut Agus, larangan penggunaan Antibiotic Growth Promoters (AGP) bukanlah penyebab utama turunnya produksi sampai 40 persen.

| Baca Juga:  Polisi di Blitar Dituduh Lakukan Percobaan Perkosaan

“Pelarangan AGP pasti pengaruh. Tapi itu bukan pengaruh utama. Banyak faktor lain, karena penurunan produksi. Dulu produksi bisa sampai 96 persen sekarang hanya 86 persen saja sudah setengah mati, dan hal ini sudah terjadi sejak tahun lalu. Padahal pelarangan penggunaan AGP kan baru awal 2018 lalu,” jelasnya.

Kabid Kesmavet Dinas Peternakan Kabupaten Blitar, Yuda Satya Wardhana yang ikut dalam rombongan sidak juga mengakui hal yang sama. AGP tidak akan berpengaruh secara signifikan terhadap ayam petelur jika dihentikan penggunaanya. Namun hal ini berbeda dengan ayam pedaging yang memang akan lebih rentan terserang penyakit jika penggunaan AGP dihentikan.

“Sejak tahun lalu memang ada drop production syndrome. Namun sindrom itu karena penyakit apa belum kami ketahui. Saat ini Dinas Peternakan masih melakukan penelitian,” tuturnya.

Saat ini harga telur terus mengalami kenaikan. Kenaikan ini dipicu karena berkurangnya stok di pasaran, sementara permintaan konsumen terus meningkat.(*)

Reporter: Ana Alana
Editor  : Linda Kusuma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here