Beranda Hukum Kriminal Sudah Resmi Terpidana, 2 Guru Pungli Masih Nikmati Gaji dan Belum Dipecat

Sudah Resmi Terpidana, 2 Guru Pungli Masih Nikmati Gaji dan Belum Dipecat

BERBAGI
Adi Suselo (foto: Firmanto Imansyah)

AGTVnews.com – Dua guru di SMPN 2 Tulungagung yang terjerat OTT Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) telah resmi menyandang status terpidana setelah dijatuhi hukuman oleh pengadilan Tipikor. Meski berstatus terpidana, keduanya masih menikmati gaji dan belum dipecat sebagai PNS.

Menurut Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tulungagung, Adi Suselo, sesuai dengan PP nomer 11 tahun 2017 tentang manajemen PNS disebutkan bahwa terpidana tindak pidana korupsi akan dipecat dari status kepegawaiannya terhitung sejak putusan tersebut memiliki kekuatan tetap.

Namun untuk melakukan langkah itu, pihak Pemerintah Daerah perlu memiliki salinan putusan Pengadilan Tipikor di Surabaya. “Karena belum ada salinan putusan, jadi sampai saat ini masih PNS meskipun non aktif,” ungkap Adi ditemui di ruang kerjanya, Rabu (8/8/2018).

| Baca Juga:  Kasus OTT Camat Kanigoro Dilimpahkan Kejari Blitar

Adi mengakui sampai saat ini status keduanya masih PNS dan menerima gaji dari pemerintah. Hak yang diterimanya hanya separuh dari gaji pokok yang seharusnya diterima atau sekitar Rp 1,5 juta perbulan. “Untuk gaji pokok tetap kita berikan tapi jumlahnya tinggal 50%, sekitar Rp 1,5 juta,” beber Adi.

Pihak Dinas Pendidikan sebenarnya telah berkali-kali meminta salinan putusan di Pengadilan Tipikor, tapi selalu gagal bertemu panitera. “Kami sudah 4 kali ke sana (Pengadilan Tipikor) untuk minta salinan putusan. Tapi selalu gagalkarena berbagai sebab,” jelas Adi.

| Baca Juga:  Pemkab Kediri Kukuhkan Satgas Saber Pungli

Seperti diberitakan, 2 guru di SMPN 2 Tulungagung terjaring OTT Saber Pungli Polres Tulungagung pada medio Juni 2017 silam. Kedua guru tersebut yakni Rudi Bastomi selaku ketua PPDB dan Supraptiningsih anggota PPDB.

Pengadilan Tipikor Surabaya menjatuhkan vonis kepada Rudi Bastomi 14 bulan penjara ditambah dengan denda 50 juta subsider 2 bulan kurungan. Sementara Supraptiningsih selaku anggota panitia PPDB dengan divonis 10 bulan penjara dan dengan denda sebesar 5 juta rupiah.

Keduanya diputus bersalah melakukan tindak pidana korupsi dengan modus meminta calon wali murid untuk menyerahkan sejumlah uang sebagai syarat agar bisa diterima menjadi peserta didik di SMPN 2 Tulungagung.(*)

Reporter: Firmanto Imansyah
Editor  : Linda Kusuma