Beranda Hukum Kriminal Air Mata Pengantin Ini Tumpah Saat Ditinggal Mempelai Perempuan

Air Mata Pengantin Ini Tumpah Saat Ditinggal Mempelai Perempuan

BERBAGI

AGTVnews.com – Air mata Mohammad Fatoni langsung tumpah sesaat usai ijab kabul pernikahannya hari ini, Jumat (24/8/2018). Gara-garanya, dia harus berpisah dengan mempelai perempuan setelah resmi menikah.

Tangis haru pun menyelimuti pernikahan Fatoni, yang digelar di mushola Polsek Boyolangu Tulungagung. Silviana Novi, mempelai perempuan, bahkan terus menangis sepanjang prosesi akad nikah. Pun demikian dengan keluarga yang hadir.

Fatoni terpaksa melakoni momen istimewa dalam hidupnya dalam pengawalan ketat polisi. Penyebabnya, dia tertangkap tangan merampas handphone yang akan dibeli melalui media online. Tragisnya, Fatoni berencana menggunakan uang hasil rampasan itu untuk membayar biaya nikah.

| Baca Juga:  Minta Tambahan Uang, Bocah di Tulungagung Dicabuli Ayah Tiri Hingga Hamil 7 Bulan

Mohamad Nasir, penghulu dalam pernikahan ini mengatakan baru kali ini dirinya menjadi penghulu dan menikahkan pengantin di markas polisi. Namun dirinya bersyukur acara bisa berjalan dengan lancar.

“Baru kali ini menikahkan mempelai di kantor polisi namun alhamdulillah berjalan lancar. Tadi pengantin pria mengulang lafal ijab namun hanya sekali dan langsung sah,” ujarnya.

Sementara itu Kapolsek Boyolangu, AKP Puji Widodo mengatakan, pihaknya memberikan fasilitas berupa musholla sebagai tempat untuk melangsungkan ijab kabul, antara tersangka dan mempelai wanita.

“ini peristiwa pernikahan tahanan yang kedua di Polsek Boyolangu. Kita memberikan fasilitas berupa musholla untuk lokasi ijab kabul,” tutur Puji.

| Baca Juga:  Terjaring Operasi Zebra, Pelanggar di Tulungagung Kena Sanksi Sholat Gaib

Selanjutnya sesuai dengan peraturan yang berlaku, tersangka akan kembali menjalani proses penahanan sesuai hukum yang berlaku dan mempertanggung jawabakan perbuatannya.

Puji menjelaskan, Fatoni ditangkap pada Kamis malam (23/8/2018) di Desa Bono Kecamatan Boyolangu setelah melakukan perampasan handphone milik Refanda Aris. Fatoni melakukan aksi bersama Lukman Hakim, teman seprofesi berjualan bakso.

Akibat perbuatannya, tersangka terancam dijerat dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.(*)

Reporter: Firmanto Imansyah
Editor  : Yusuf saputro