Beranda Politik Bacaleg Golkar Yang Dilaporkan Warga Membantah Meminta Uang CPNS

Bacaleg Golkar Yang Dilaporkan Warga Membantah Meminta Uang CPNS

BERBAGI

Tulungagung,AGTVnews.com – Bakal calon legislatif (bacaleg) dari Partai Golkar untuk Dapil II Tulungagung, Rinayah, membantah melakukan penipuan CPNS. Bantahan ini disampaikan Rinayah dalam pertemuan tertutp yang diadakan di KPU Kabupaten Tulungagung.

Ketua KPU Tulungagung, Suprihno mengatakan, pertemuan yang diadakan merupakan pertemuan tertutup untuk mengklarifikasi laporan masyarakat, terkait bacaleg Golkar yang diduga melakukan penipuan.

“Hasil klarifikasinya bacaleg yang dilaporkan itu, Rinayah, menyampaikan jika laporan yang masuk ke KPU tidak benar. Namanya dicatut oleh seseorang,” ujar Suprihno, Selasa (28/8/2018).

Selain pengakuan Riyanah soal tuduhan tersebut, Suprihno menjelaskan, usai dilakukan klarifikasi, partai Golkar berjanji akan menggelar rapat internal untuk menyelesaikan masalah ini.

| Baca Juga:  Sengketa Bacaleg Berlanjut, Sidang Ajudikasi Berlanjut Pekan Depan

“Selain beliaunya mengaku dicatut, partai golkar akan melakukan rapat internal untuk menyelesaikan masalah ini dengan menghadirkan KPU juga,” tegas Suprihno.

Sementara itu untuk memutuskan kelanjutan nasib yang bersangkutan dalam pencalonan caleg, Suprihno menegaskan akan menggunakan mekanisme rapat pleno. Rapat pleno tersebut berdasarkan bukti yang ada dan melibatkan Bawaslu Tulungagung .

“Untuk statusnya dari daftar pencalonan, nanti kita akan melakukan rapat pleno sesuai dengan bukti-bukti yang kami terima dan bukti yang dimiliki oleh partai yang belum disampaikan,” ujarnya.

| Baca Juga:  Terima Surat Resmi, Bacaleg Eks Koruptor Melenggang Dalam DCT

Sementara itu Riyanah yang coba dikonfirmasi oleh tim liputan memilih ‘no Comment’. Anggota Fraksi Golkar periode 2014 -2019 tersebut langsung menghindari awak media dengan alasan banyak pekerjaan yang harus diselesaikan di Gedung DPRD Tulungagung.

Sebelumnya, bakal caleg dari partai Golkar untuk Dapil II Tulungagung, Riyanah dilaporkan oleh 2 orang ke KPU atas dugaan kasus penipuan CPNS beberapa tahun yang lalu.(*)

Reporter: Firmanto Imansyah
Editor: Linda Kusuma