Beranda Pemerintahan DPRD Nilai Kosongnya Jabatan Bisa Menghambat Kinerja

DPRD Nilai Kosongnya Jabatan Bisa Menghambat Kinerja

BERBAGI
Hambali (foto: Firmanto Imansyah)

Tulungagung, AGTVnews.com – Kosongnya jabatan setingkat kepala dinas di lingkup Pemerintahan Kabupaten Tulungagung dinilai akan menghambat kinerja. Pernyataan ini disampaikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung, Hambali.

Menurut Hambali pasti diperlukan waktu dan beberapa proses bagi pelaksana tugas yang ditunjuk untuk memutuskan suatu keputusan. Padahal pada akhir tahun kerja seperti ini diperlukan kecepatan dalam menyelesaikan program dan rencana yang telah disusun di awal tahun.

“Ada 9 yang kosong, mulai dari kepala dinas, staff ahli dan asisten bupati. Ini jelas menghambat kinerja Pemkab dalam melaksanakan program,” ujar Hambali, Jumat (3/8/2018).

| Baca Juga:  Pegawai Main HP Saat Pelayanan, Dinkes Langsung Terbitkan Larangan

Hambali mencontohkan untuk kekosongan kursi staff ahli bupati dan asisten bupati, saat ini akhirnya beban kerja mereka diemban oleh Sekda. Imbasnya dalam mengikuti rapat dengan Komisi DPRD yang dilakukan secara bersamaan, maka akan terganggu dengan ketidakhadiran Sekda dalam rapat karena sedang diundang ke kegiatan yang lain.

“contohnya saja Sekda ini, ketika kekosongan akhirnya kan mewakili staff ahli atau asisten ketika ada undangan rapat. Lha kalau rapatnya pas bersamaan akhirnya kan harus kesana-kesana dan ndak fokus,” lanjutnya.

Hambali menambahkan, adanya OPD yang kepala dinasnya kosong, dan dijabat pejabat lain selaku Plt pasti akan mengganggu kinerja yang ada. Untuk itu politisi dari partai Hanura tersebut berharap, pemkab segera melakukan rotasi pejabat untuk mengisi kekosongan yang ada sehingga kinerja pemkab tidak terganggu.

| Baca Juga:  Belum Siap, Pelaksanaan BPNT Ditunda

“Kepala dinas juga begitu, lha ini memang sudah seharusnya pemkab segera melakukan rotasi untuk mengisi kekosongan,” pungkasnya.

Saat ini ada 9 jabatan setingkat kepala dinas yang kosong karena pejabatnya pensiun, meninggal dunia serta tersangkut kasus hukum.(*)

Reporter: Firmanto Imansyah
Editor  :Linda Kusuma