Beranda Pemerintahan Kasus DBD Meningkat, 5 Korban Meninggal Dunia

Kasus DBD Meningkat, 5 Korban Meninggal Dunia

BERBAGI
Khrisna Yekti (Foto: Ana Alana)

Blitar,AGTVnews.com – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Blitar pada tahun 2018 ini meningkat dibandingkan pada 2017 lalu. Dari data yang ada di Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar pada tahun 2017 lalu tercatat 153 kasus dengan 7 korban meninggal dunia dalam setahun. Sedangkan di tahun 2018, tercatat 183 kasus dengan 5 orang korban meninggal hanya dalam kurun waktu tujuh bulan antara Januari hingga Juli 2018.

Kabid Pencegahan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Krisna Yekti mengatakan, dari korban meninggal dunia berusia 3 tahun sampai 10 tahun.

| Baca Juga:  Empat Warga Meninggal, Kabupaten Blitar Belum KLB Demam Berdarah

“Yang meninggal biasanya karena telat penanganan. Karena orang tua telat membawa anaknya yang terserang DBD ke fasilitas kesehatan,” papar Khrisna Yekti, Jumat (3/8/2018).

Khrisna menjelaskan, siklus DBD yang mirip pelana kuda membuat masyarakat mengira jika panas sudah reda berarti sakitnya juga sudah sembuh. Hal inilah yang kemudian membuat pasien DBD telat mendapatkan perawatan medis dan berujung pada kematian.

“Dari beberapa kasus, ada pula yang baru dibawa berobat ketika kondisinya sudah sangat parah. Bahkan sudah mengalami pendarahan,” tegasnya.

| Baca Juga:  Kematian Bayi Arza, Trisna Medika Sembunyikan Fakta

Khrisna berharap agar masyarakat selalu mengedepankan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Hal ini Untuk menekan populasi nyamuk Aedes Aigypti.

“Siklus hidup nyamuk Aedes Aegypti sebenarnya bukan saat hujan terjadi terus menerus. Namun siklusnya terjadi justru saat sehari hujan sehari tidak. Saat tidak turun hujan itulah telur nyamuk yang berada di genangan air akan menetas,” paparnya.

Dengan pemberantasan sarang nyamuk, diharapkan bisa memutus siklus hidup nyamuk ini, sehingga penyakit DBD bisa ditekan.(*)

Reporter: Ana Alana
Editor  : Linda Kusuma