Beranda Hukum Kriminal Kasus Perceraian Tinggi, MUI: Pikir-Pikir Kalau Mau Jadi TKW

Kasus Perceraian Tinggi, MUI: Pikir-Pikir Kalau Mau Jadi TKW

BERBAGI

Blitar, AGTVnews.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyesalkan tingginya angka pengajuan gugat cerai di Blitar. Humas MUI Kabupaten Blitar Jamil Mashadi menyatakan, wanita yang sudah berumah tangga harus berfikir dua kali saat akan menjadi tenaga kerja wanita (TKW).

“Kami tentu prihatin dengan tingginya angka perceraian di Blitar. Apalagi didominasi gugat cerai oleh pihak istri. Pernikahan ini sebenarnya adalah salah satu bentuk ibadah,” ungkap Jamil Mashadi, Kamis (2/8/2018).

Jamil menjelaskan, terpisahnya suami istri karena harus mencari nafkah ke luar negeri, sedikit banyak mempengaruhi niat bercerai. Bahkan hubungan yang jauh ini juga bisa menimbulkan celah munculnya orang ketiga. Selain itu kesenjangan ekonomi antara pihak istri dan suami juga bisa menjadikan selisih yang berakhir perceraian.

| Baca Juga:  Pernikahan Gadis SMP yang Dihamili Bocah SD Belum Tentu Dikabulkan

“Menikah itu kan sebenarnya menuju ketentraman dan ketenangan hidup. Untuk itu sebenarnya mencari nafkah baik di dalam negeri maupun di luar negeri adalah tupoksi suami. Sedangkan istri tugasnya adalah mengasuh anak dan mengurus rumah tangga,” paparnya.

Jamil menambahkan, jika terpaksa pihak istri harus bekerja bahkan sampai menjadi TKW, pihaknya meminta agar istri dibekali dengan kemampuan dan pengetahuan agama. Hal ini sebagai upaya mencegah terjadinya perceraian.

“Jika memang terpaksa harus bekerja, istri harus dibekali dengan pengetahuan keagamaan agar menjadi benteng dari ancaman perceraian,” imbuhnya.

| Baca Juga:  Selama Pandemi Corona Jumlah Janda Baru di Jombang Nyaris 1000 Orang

MUI mengaku, tidak akan berpangku tangan menghadapi fenomena tingginya perceraian ini. MUI akan bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blitar, Dinas Sosial serta Instansi terkait lainnya untuk melakukan pembinaan kesejahteraan keluarga.

Diketahui data di Pengadilan Agama Blitar, dari 1.841 pengajuan perceraian, 1.219 diantaranya merupakan gugatan cerai yang diajukan pihak istri, yang mayoritas menjadi buruh migran.(*)

Reporter: Ana Alana
Editor  : Linda Kusuma