Beranda Ekonomi Bisnis Kelola Sumber Air Desa, Bumdes Ini selamatkan Warga Dari kekeringan

Kelola Sumber Air Desa, Bumdes Ini selamatkan Warga Dari kekeringan

BERBAGI

Tulungagung, AGTVnews.com – Mengantisipasi kekurangan air pada musim kemarau, Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Sukorejo Kecamatan Karangrejo Kabupaten Tulungagung mengelola sumber air desa untuk dimanfaatkan warga. Sumber air desa tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan air warga dengan pemanfaatan sebagai air bersih dan juga untuk saluran irigasi.

Kepala Desa Sukorejo, Mahfud Hadi mengatakan, kondisi saat ini berbeda dengan beberapa tahun lalu. Desa yang dipimpinnya ini selalu kekurangan air. Terlebih bila musim kemarau, warga banyak yang harus ke tetangga desa untuk mencari air.

“Dulu itu kalau musim kemarau, warga bingung cari air. Apalagi yang di wilayah Dusun Temon dan sekitarnya. Ada yang harus mencari di desa tetangga, tapi sekarang sudah tidak perlu bingung sudah ada air bersih yang dikelola Bumdes,” ujar Mahfud Hadi yang ditemui di ruang kerjanya, Kamis (2/8/2018).

| Baca Juga:  Membaik, Bocah Keracunan Sirup Semprotan Boleh Pulang

Mahfud menjelaskan, ide pengelolaan air bersih ini bermula dari sulitnya mendapatkan air saat musim kemarau. Kini dengan adanya pengelolaan model PDAM ini, masyarakat tinggal membuka kran, maka air bersih sudah bisa didapat didalam dirumahnya. Sementara petani juga mendapatkan jatah air ini.

“Ada tarifnya, untuk yang rumah tangga itu dikenakan Rp 900 rupiah per meter kubik. Untuk industri Rp 1.200 per meter kubik. Ya rata-rata satu KK itu bayarnya ya Rp 15 ribu sampai Rp 20 ribu perbulan. Kalau yang untuk petani itu tarifnya per jam tapi murah itu. Karena memang kita tidak melulu bisnis, ada misi sosialnya juga,” jelas Mahfud.

Mahfud mengakui, dengan isi satu tandon air sebanyak 40 meter kubik ini,belum semua warga merasakan manfaatnya. Nantinya pihaknya bakal mengembangkannya dengan menambah beberapa tandon, agar 800 Kepala Keluarga di desanya bisa mendapatkan air bersih setiap saat.

| Baca Juga:  Korban Dugaan Keracunan Teh Kemasan, Rawat Jalan

“Disini ada 800 KK, tapi yang paling rawan kekeringan itu yang ada di dusun Temon dan sekitarnya. Kalau sekarang yang bisa teraliri itu ya sekitar 50an KK lah kedepannya akan kita kembangkan,” jelasnya.

Pihaknya mengakui pengelolaan air bersih yang saat ini telah dilakukan akan terus dikembangkan, bahkan bukan tidak mungkin desanya akan mengembangkan pembuatan air minum dengan memanfaatkan potensi desa yang ada.

Sebelumnya saat musim kemarau, warga dan sejumlah petani di desa tersebut selalu mengalami kekurangan air. Namunsaat ini hal tersebut sudah bisa teratasi.(*)

Reporter: Firmanto Imansyah
Editor  : Linda Kusuma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here