Beranda Peristiwa Pengungsi Gempa Lombok Keluhkan Minimnya Perhatian Pemerintah

Pengungsi Gempa Lombok Keluhkan Minimnya Perhatian Pemerintah

BERBAGI

Lombok, AGTVnews.com – Gempa yang mengguncang Lombok menyisakan duka mendalam bagi para warganya. Mereka masih belum berani kembali ke tempat tinggal mereka, karena takut ada gempa susulan. Tidak hanya itu, mereka takut jika gempa tersebut juga akan diikuti tsunami.

Duka ini juga dirasakan ratusan warga pengungsi yang ada di Dusun Medas Desa Sokong Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Sebagian besar pengungsi yang ada di tempat terpencil ini luput dari perhatian pemerintah. Bahkan bantuan yang mereka terima juga sangat minim.

Dari pantauan reporter AGTVnews.com, Bagus Jatikusumo, banyak balita dan anak-anak yang ada di pengungsian kondisinya mengenaskan. Mereka hanya tidur beralaskan terpal maupun tikar di dalam tenda, tanpa dilengkapi selimut. Padahal bila malam hari kondisi di posko pengungsia sangat dingin.

| Baca Juga:  Gempa Malang Terasa Hingga Blitar, Masyarakat Berhamburan Keluar Rumah

Tidak hanya itu, para pengungsi ini juga kekurangan popok bayi, selimut bayi, tenda dan juga susu bayi serta obat-obatan. Salah satu pengungsi, Bahar mengaku, rumah mereka hanya berjarak 200 meter dari pelabuhan Basal. Saat gempa terjadi, mereka memilih untuk langsung mengungsi karena takut jika terjadi tsunami.

“Saat ini kita kekurangan sembako, dan juga keperluan untuk anak-anak dan bayi. Kalau malam pengungsi ini kedinginan. Yang dewasa masih bisa menahan, kasihan anak-anak dan lansia,” jelas Bahar.

Bahar mengaku, bantuan dari pemerintah masih sedikit yang sampai ke tempatnya mengungsi. Sebagian besar adalah bantuan perseorangan yang langsung diantar ke posko pengungsian di desanya.

“Kalau dari pemerintah belum ada yang sampai kesini. Ini kebanyakan bantuan dari perserorangan dan swasta. Ya siapa tahu nanti pemerintah memberikan bantuan tenda dan terpal juga selimut,” Harap Bahar.

| Baca Juga:  Gempa Situbondo Terasa Hingga Blitar, Masyarakat Diimbau Tak Terpancing Kabar Hoax

Yang terlihat di posko pengungsian tersebut hanya tenda-tenda yang berisi warga mengungsi. Tidak terlihat adanya petugas kesehatan maupun petugas dari pemerintahan. Untuk kebutuhan makan, sebagian pengungsi nekat kembali ke rumahnya untuk mengambil beras ataupun sayuran di kebun yang masih tersisa.

“Semoga pemerintah segera memberikan bantuan dapur umum juga. Agar kita tidak kebingungan. Bantuan yang ada kebanyakan turun di posko-posko besar, jadi posko kecil seperti ini terlupakan,” pungkas Bahar.

Warga hanya berharap, bantuan yang diberikan bisa merata, termasuk juga untuk tenaga kesehatan. Sehingga warga yang selamat dari gempa Lombok ini tidak terserang penyakit, akibat minimnya tempat berlindung. (*)

Reporter: Bagus Jatikusumo
Editor  : Linda Kusuma