Beranda Hukum Kriminal Ikut Pantau Kasus Pengancam Bom Mapolda Riau, Polres Blitar Kota Beri Himbauan...

Ikut Pantau Kasus Pengancam Bom Mapolda Riau, Polres Blitar Kota Beri Himbauan Untuk Netizen

BERBAGI

AGTVnews.com – Kasus pelaku ancaman bom di Mapolda Riau yang diunggah melalui media sosial Facebook menjadi perhatian Polres Blitar Kota. Terkait informasi tersebut, Polres Blitar Kota membenarkan, jika pelaku yang ditangkap di Palangkaraya merupakan warga asal Desa Sumber Asri, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar.

Kasatreskrim Polres Blitar Kota AKP Heri Sugiono mengatakan, Polres Blitar Kota melalui Polsek Nglegok sudah mendatangi rumah pelaku dan mengklarifikasi keluarganya untuk memastikan identitas pelaku. Orang tua pelaku juga mendatangi Polres Blitar Kota didampingi pemerintah desa untuk meminta kejelasan kasus itu.

“Kasusnya ditangani Polda Kalimantan Tengah dan Mabes Polri. Kami Polres Blitar Kota hanya memastikan pelaku ancaman bom di Mapolda Riau memang berasal dari Blitar. Karena foto konferensi pers kasus itu, viral di media sosial. Banyak netizen di Blitar menyebutkan pelaku berasal di Sumber Asri,” jelas AKP Heri Sugiono, Kamis (30/8/2018).

Dengan adanya kasus ini, Heri menghimbau masyarakat lebih bijak bermedia sosial. Diharapkan netizen tidak mengunggah status yang berbau ujaran kebencian, sara, maupun provokasi di media sosial. Karena status di media sosial yang berbau ujaran kebencian bisa berdampak hukum.

| Baca Juga:  Satu Korban Perkosaan Penambang Pasir Diduga menjadi Korban Pelecehan Gurunya

“Pengguna media sosial harus lebih berhati-hati. Karena jika berbau provokasi, sara, maupun ujaran kebencian bahkan pengancaman bisa berdampak hukum dan menjerat pemilik akun,” terangnya.

Lebih lanjut, Heri meminta masyarakat melindungi kerahasiaan akun media sosial mereka. Terutama pasword akun media sosial agar tidak diberitahukan kepada orang lain. Heri mengakui Polres Blitar Kota beberapa waktu terakhir juga sempat melakukan penyelidikan terkait akun media sosial yang memuat konten di atas. Namun setelah diselidiki akun tersebut ternyata dihack orang lain dan disalahgunakan.

“Kami terus melakukan pantauan terhadap media sosial. Sempat beberapa kali kami menemukan akun yang mengunggah ujaran kebencian. Namun setelah diselidiki ternyata akun tersebut dihack,” pungkasnya.(*)

Reporter: Ana Alana
Editor  : Linda Kusuma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here