Beranda Tips Trik Sapu Sabut Kelapa, Tetap Eksis Di Jaman Milenial

Sapu Sabut Kelapa, Tetap Eksis Di Jaman Milenial

BERBAGI

AGTVnews.com – Sapu lantai berbahan sabut kelapa saat ini sudah jarang kita lihat keberadaannya. Namun ternyata, Mashudi, warga Desa Plosolor Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri ini masih eksis memproduksi sapu tersebut.

Laki-laki 41 tahun ini, memulai usahanya menjadi pengrajin sapu sabut kelapa sejak 20 tahun lalu, sekitar tahun 1997. Saat itu, kondisi ekonomi pondok sedang dilanda krisis, yang memaksa pria kelahiran Semarang ini untuk mendapatkan pundi-pundi rupiah.

“Saya dan beberapa teman di pondok, dulu kan harus menghidupi beberapa anak-anak yang masih kecil yang juga mondok. Dengan segala keterbatasan kami berusaha, akhirnya muncul ide sapu sabut kelapa. Kami tidak modal sama sekali, kalau dulu sabut kelapanya minta, dan kayunya ambil di belakang pondok,” ujar Mashudi, Senin (27/8/2018).

Berawal dari angan-angannya membuat sebuah karya layak dijual, namun dengan modal yang sangat minim, akhirnya, tercetuslah ide membuat sapu yang berbahan sabut kelapa. Kini usaha Mashudi sudah dikenal hingga keluar daerah kabupaten Kediri.

Dalam satu bulan, Mashudi mampu mengantongi pendapatan antara Rp 2,5 hingga Rp 4 juta. Sementara itu, usahanya ini juga mempekerjakan 5 orang dengan kapasitas produksi mencapai 75 batang sapu perhari.

| Baca Juga:  Kerajinan Pasir Pantai Hasilkan Pundi-Pundi Rupiah

Usaha yang dilakoni Mashudi ini bukan mulus tanpa batu sandungan. Jatuh bangun usaha su dah dirasakannya. Bahkan usahanya ini sempat tidak berproduksi selama beberapa tahun.

“Pada waktu krisis moneter itu usaha yang baru beberapa tahun kita rintis buyar karena keterbatasan dana. Lalu, setelah itu saya rintis kembali di rumah ini dan akhirnya sampai sekarang,” jelasnya.

Sapu buatan Mashudi ini dijual kepada pengepul dengan harga Rp 8000 per batang. Bila dulunya dia masih menggunakan peralatan manual, saat ini semuanya sudah dilakukan dengan peralatan otomatis.

“Dari mesin itu, nantinya angan-angan saya, akan dikembangkan untuk mesin pemroses tampar. Agar nantinya selain di buat sapu kita bisa membuat keset dari ijuk serabut kelapa ini,” tambahnya.

Dengan ketekunan dan kegigihan Mashudi. Usaha yang dirintisnya ini menjadi semakin maju. Bahkan saat ini usahanya menjadi produk unggulan Kabupaten Kediri.

“Dengan hasil itu, kita dulu mendapatkan sumbangan beberapa mesin serabut, dari Pemerintah Kabupaten Kediri,” ujarnya.

Kini tidak hanya bisa menghidupi 5 karyawannya, namun usaha sapu sabut kelapa milik Mashudi ini juga tetap eksis, di era milenial ini.(*)

Reporter: M Ubaidillah
Editor: Linda Kusuma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here