Beranda Pemerintahan Terkendala Rekom KPK, Pembangunan SMPN 3 Belum Bisa Dilanjutkan

Terkendala Rekom KPK, Pembangunan SMPN 3 Belum Bisa Dilanjutkan

BERBAGI

Blitar, AGTVnews.com – Pembangunan SMP negeri 3 Kota Blitar yang terhenti pasca kasus ‘ijon’, hingga saat ini masih belum dilanjutkan kembali. Kasus ‘ijon’ suap fee proyek pembangunan SMPN 3 tersebut, menyeret kontraktor kota Blitar Susilo Prabowo dan juga Walikota Blitar Samanhudi Anwar sebagai tersangka KPK. Proyek bernilai puluhan miliar itu saat ini  kondisinya mangkrak.

Wakil walikota Blitar, Santoso mengatakan, sebenarnya pihak pemkot sudah mengajukan surat ke KPK untuk melanjutkan pembangunan gedung tersebut. Namun sampai saat ini masih belum ada jawaban. Gedung SMPN 3 tersebut saat ini masih menjadi bahan penyidikan KPK.

“Kami sebenarnya sudah berkirim surat ke KPK agar pembangunan bisa segera dilanjutkan dan bisa segera digunakan pada tahun ajaran baru. Namun kami belum berani mengambil langkah lebih jauh tanpa petunjuk dan arahan KPK,” jelas Wakil Walikota Blitar Santoso, Rabu (29/8/2018).

| Baca Juga:  Peduli CPNS, Wali Kota Blitar Dukung Peserta Ujian di SLG Kediri

Setelah pembangunan tahap pertama, meliputi bangunan gedung utama yang menelan anggaran hingga Rp 11 miliar, rencananya pembangunan tahap kedua akan dilanjutkan 2018 ini. Sejumlah sarana lain, termasuk sarana penunjang akan dibangun. Sarana penunjang tersebut meliputi tempat parkir, masjid dan lapangan basket. Diperkirakan biaya yang digunakan melalui pagu anggaran sebesar Rp 23 miliar.

Terpisah Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Blitar, Turkamandoko mengatakan, dengan kondisi ini, pemkot pesimis proses pembangunan selesai akhir tahun 2018. Pasalnya alokasi anggaran cukup besar ditambah waktu yang terlalu singkat membuat proses pembangunan tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat.

| Baca Juga:  Kepala Daerah Jadi Tahanan KPK, Sejumlah Jabatan di Kota Blitar Dibiarkan Lowong

“Misalnya ada jawaban dari KPK , waktunya juga mepet meski anggaran tersedia,” ungkap Turkamandoko.

Pantauan di lokasi pembangunan, saat ini sudah tidak ada aktivitas pembangunan sama sekali. Lahan di dekat bangunan utama yang dipagari seng itu, terlihat dipenuhi ilalang dan terkesan tak terurus.(*)

Reporter: Ana Alana
Editor: Linda Kusuma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here