Beranda Pemerintahan Transmigran Asal Tulungagung Balik Kampung, Disnakertrans Klaim Bukan Karena Diusir

Transmigran Asal Tulungagung Balik Kampung, Disnakertrans Klaim Bukan Karena Diusir

BERBAGI

AGTVnews.com – Sebanyak 12 Kepala Keluaraga (KK) transmigran asal Tulungagung pulang kembali dari Lahat Sumatera. Kondisi ini menjadi tanggapan serius dari Pemkab Tulungagung. Melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi dikatakan, kepulangan mereka bukan karena diusir, namun karena tidak ada kejelasan status tanah yang ditempati.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Tulungagung, Yumar mengklaim kepulangan mereka karena tidak adanya kejelasan status tanah yang mereka tempati saat ini. Padahal sesuai dengan perjanjian yang dibuat antara Pemerintah Kabupaten Lahat dan Pemerintah Kabupaten Tulungagung, dijelaskan bahwa para transmigran akan mendapatkan sertifikat hak kepemilikan atas tanah yang mereka tempati setelah 2 tahun menjadi transmigran.

| Baca Juga:  Pindah ke Gorontalo Diberi Kebun 2 Hektar dan Jaminan Hidup

“Mereka ini tidak diusir lho ya. Diingat, mereka ini pulang karena sudah 2 tahun lebih sejak pertama kali ada disana namun belum mendapatkan sertifikat kepemilikan tanah. Padahal  sesuai dengan janji, saat pertama kali berangkat sebagai transmigran, mereka akan mendapatkannya ,” ujar Yumar, Senin (27/8/2018).

Yumar menjelaskan, selain 12 KK yang pulang tersebut masih ada 8 KK lain yang memiliki hak untuk mendapatkan sertifikat kepemilikan atas tanah mereka. Namun mereka tidak pulang dan memilih bertahan untuk tinggal disana.

“Jadi itu transmigran yang diberangkatkan tahun 2014 dan 2015, totalnya ada 20 KK. Tapi yang pulang 12 KK, sisanya masih ada disana karena mereka sukses atau sudah bisa beradaptasi,” lanjutnya.

| Baca Juga:  Pendirian Mall di Tulungagung, Tidak Harus Tutup Toko Modern

Pemkab Tulungagung tidak tinggal diam menghadapi masalah ini. Pemkab telah membawa masalah ini ke Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk membahas solusinya. Terakhir pihaknya bersama dengan 4 kabupaten lain, yakni Sidoarjo, Kabupaten Gunung Kidul dan kabupaten lainnya diundang untuk membahas masalah ini.

“Kita sudah nembusi pemkabnya, pemprovnya dan yang terakhir ini sampai ke Kementrian. Lha tanggal 28 nanti kita ini diundang untuk bicara bareng dengan pemkab Lahat membahas masalah ini,” pungkasnya.

Yumar berharap segera ada solusi untuk masalah yang dihadapi oleh transmigran asal Tulungagug ini. (*)

Reporter: Firmanto Imansyah
Editor Linda Kusuma