Beranda Peristiwa Ajudan Kapolres yang Meninggal Kecelakaan Dikenal Suka Bersedekah

Ajudan Kapolres yang Meninggal Kecelakaan Dikenal Suka Bersedekah

BERBAGI

AGTVnews.com – Meninggalnya Bripda Muhammad Lutfi Ali Sofa dalam kecelakaan tragis saat mengawal Kapolres Tulungagung, menyisakan kenangan mendalam pada keluarga dan sahabat sejawatnya.

Salah satu rekan kerja almarhum, Bripda Ardi Kurniadi mengaku mengenal sosok Lutfi sebagai pribadi yang baik, santun dan rajin beribadah.

Perilaku ini dia tunjukkan sejak masih dalam pendidikan kepolisian hingga menjadi ajudan Kapolres Tulungagung, tugas yang diembannya sejak 1,5 tahun terakhir.

“Pendiam mas, tapi baik dan agamanya bagus,” ujar Ardi ditemui saat pemakaman almarhum, Jumat (28/9/2018).

Ardi memaklumi jika Almarhum tidak bisa selalu ikut nimbrung dengan kawan seangkatannya sebab tugasnya sebagai ajudan sangat menyita waktu. Namun disaat longgar, almarhum selalu menyempatkan waktu berkumpul dengan kawan-kawannya.

| Baca Juga:  Rem Blong! Bus Sekolah Berisi 28 Siswa Tabrak Tiang

“Terakhir ketemu hari Selasa, ya biasa kita ngopi saja ngobrol. Tidak ada firasat apapun,” tutur Ardi.

Almarhum juga dikenal aktif dalam kegiatan diluar kedinasan. Futsal menjadi olahraha pilihannya bahkan dirinya masuk dalam tim inti futsal Polres Tulungagung untuk bebebrapa event kejuaraan.

Sementara itu menurut Ali Mahfud, kakak ipar almarhum, keluarga sangat kehilangan karena Lutfi sebagai polisi yang baik dan agamis. Bahkan gaji pertamanya sebagai polisi dia sedekahkan untuk syukuran akan yatim.

Tidak hanya itu saja, Lutfi yang terkenal pemalu tersebut lebih sering menceritakan kedekatannya dengan putra bungsu Kapolres Tulungagung yang akrab dengannya, ketimbang bercerita tugas kesehariannya sebagai polisi.

“Lutfi ini pendiam tidak pernah marah. Cerita tugasnya juga tidak pernah, paling cerita-cerita biasa saja,” ucap Ali.

| Baca Juga:  Truk Sembako Tabrak Pohon, Sopir Terjepit

Hal tidak jauh beda disampaikan oleh Suharno, ayah almarhum. Menurutnya tidak ada firasat khusus yang disampaikan almarhum sebelum meninggal.

Keakraban terakhir bersama keluarga saat beberapa waktu lalu diajak untuk jalan-jalan ke Kota Malang. Tidak disangka dirinya diminta untuk memilih mobil bahkan langsung dipesan saat itu juga.

Namun setelah kejadian ini, dirinya berencana akan membatalkan pembelian mobil tersebut, khawatir memberatkan langkah almarhum.

Kini pihaknya selaku perwakilan keluarga hanya bisa meminta maaf jika ada kesalahan yang disengaja maupun tidak oleh Almarhum, dan memohon doa agar dimudahkan semua urusannya.(*)

Reporter: Firmanto Imansyah
Editor  : Linda Kusuma