Beranda Pemerintahan Ajukan 1000 Tenaga, Hanya 305 Yang Disetujui

Ajukan 1000 Tenaga, Hanya 305 Yang Disetujui

BERBAGI

Tulungagung, AGTVnews.com – Tulungagung saat ini kekurangan tenaga pengajar tingkat SD. Bila dilihat perbandingan antara guru tidak tetap (GTT) dan Guru berstatus ASN ternyata lebih banyak GTT.

Berdasarkan data yang dimiliki oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga kabupaten Tulungagung, jumlah guru SD berstatus ASN per sekolah dasar tak lebih dari 2 orang. Sisanya merupakan GTT yang secara sukarela mengabdi dengan capaian gaji sesuai kemampuan masing-masing sekolah.

Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Tulungagung, Adi Suselo mengatakan, untuk mengantisipasi kekurangan tersebut, pada penerimaan CASN tahun ini Pemkab Tulungagung mengajukan lebih dari 1000 GTT yang bisa dimasukkan dalam kuota Calon ASN.

| Baca Juga:  Ribuan Peserta Tes CPNS di Tulungagung Lolos Tahap Berikutnya

Namun faktanya pemerintah pusat hanya mengabulkan sebanyak 350 saja Calon ASN untuk formasi guru SD di pemkab Tulungagung. “Untuk guru dalam ketentuannya itu kita dapet 305 orang,” ujar Adi Suselo, Rabu (19/9/2018).

Kendati tidak sebanyak yang diharapkan namun Adi tetap mengapresiasi hal ini, baginya penambahan jumlah CASN setelah sekian lama tidak ada penambahan, merupakan langkah maju yang tetap layak disyukuri. “Apapun yang terjadi, kami tetap mengapresiasi rekrutmen ini,” kata Adi.

Adi menjelaskan, penambahan jumlah CASN guru SD ini tidak serta merta menyelesaikan masalah terbatasnya jumlah guru SD berstatus ASN di Tulungagung, apalagi jika melihat data setiap bulannya rata rata 10 guru ASN memasuki masa pensiun.

| Baca Juga:  Sempat Gagal, Tes CPNS Gelombang 2 Berjalan Lancar

“Kita itu setiap bulan ada yang pensiun lho, jumlahnya ya lumayan sampai 10 orang,” tegasnya.

Sementara itu saat disinggung mengenai penempatan CASN yang nantinya lolos dalam seleksi ASN tahun ini, Adi belum bisa menjelaskan. Untuk saat ini pihaknya masih fokus untuk proses rekruitmentnya.(*)

Reporter: Firmanto Imansyah
Editor: Linda Kusuma