Beranda Hukum Kriminal Ajukan Cuti Bersyarat, ASN Narapidana Tipikor Pungli PPDB Kembali Mengajar

Ajukan Cuti Bersyarat, ASN Narapidana Tipikor Pungli PPDB Kembali Mengajar

BERBAGI

Tulungagung, AGTVnews.com – Ajukan cuti bersyarat, narapidana kasus pungli Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP Negeri 2 tahun ajaran 2017/2018,  kembali melakukan aktifitasnya di SMP Negeri 2 Tulungagung.

Kasus pungli  PPDB di SMPN 2 menyeret dua guru yakni Rudi Bastomi dan Supraptiningsih. Sesuai dengan keputusan hukum yang tetap, Rudi Bastomi divonis 1 tahun 2 bulan penjara, sedangkan Supraptiningsih divonis 10 bulan.

Vonis yang diberikan berbeda sebab peran keduanya dalam pungli PPDB SMP negeri 2 tersebut memang tidak sama. Keduanya mengajukan cuti bersyarat setelah menjalani masa hukuman selama 2/3 dari putusan hukuman yang diterima.

Dari informasi yang diterima, pengajuan cuti bersyarat Supraptiningsih telah memenuhi unsur sesuai ketentuan. Sementara pengajuan cuti bersyarat Rudi Bastomi belum mendapat persetujuan.

| Baca Juga:  Lagi, Petugas Amankan 43 Pelanggar Jam Malam di Tulungagung

Menurut Kabid guru dan tenaga kependidikan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Tulungagung, Adi Suselo, membenarkan jika Supraptiningsih sudah beraktifitas kembali di SMPN 2 Tulungagung.

“Memang benar ibu Supraptiningsih sudah beraktifitas di sekolah, namun belum mengajar lagi,” ujar Adi Suselo, Jumat (7/9/2018).

Adi mengatakan, untuk urusan mengajar dan mendapatkan jatah jam pelajaran diperlukan persiapan dan perencanaan sejak awal tahun pelajaran. Sehingga tidak bisa serta merta langsung masuk dan mendapatkan jam pelajaran di tengah-tengah tahun ajaran yang tengah berlangsung.

“Kalau mengajar itu kan perlu persiapan, jadwal dan lain-lain. Tidak mungkin mendapat jadwal di tengah tahun ajaran seperti ini,” ungkapnya.

| Baca Juga:  Sehat, Kasek Terdakwa Pungli PPDB SMPN 2 Tulungagung Dilimpahkan ke Kejaksaan

Adi menjelaskan, sejak ditahan sampai saat ini status Supraptiningsih dan Rudi Bustomi masih ASN, namun dengan gaji yang diterima hanya tinggal separuh dari gaji pokok. Hal tersebut dilakukan sesuai dengan aturan yang telah berlaku bagi ASN yang sedang tersangkut masalah hukum.

“Masih ASN, tapi untuk gajinya sesuai aturan hanya setengah yang di berikan, tidak ada tunjangan lho hanya separo gaji murni saja,” ujarnya.

Adi mengakui, sesuai dengan peraturan terbaru ASN yang yang tersangkut kasus tindak pidana korupsi akan dipecat. Namun untuk masalah pemecatan pihaknya masih menunggu keputusan dari Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK).(*)

Reporter: Firmanto ImansyahEditor: Linda Kusuma