Beranda Politik Bawaslu Tulungagung Temukan Ribuan Data Pemilih Invalid

Bawaslu Tulungagung Temukan Ribuan Data Pemilih Invalid

BERBAGI
Suprihno Ketua KPU Tulungagung. (Foto: Firmanto Imansyah)

AGTVnews.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Tulungagung menemukan adanya ribuan data pemilih pada pemilu 2019 nanti invalid.

Jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) pemilihan legislatif Tulungagung tahun 2019 ditetapkan sebanyak 856.732 orang. Namun dari jumlah tersebut Bawaslu menemukan 410 pemilih dengan data ganda dan 1.365 pemilih yang datanya tidak valid.

Hal ini disampaikan anggota Bawaslu Tulungagung Suyitno Arman, saat mengikuti rakor penyempurnaan DPT di KPU Tulungagung. Data tersebut diperoleh dari aplikasi analisa kegandaan yang digunakan oleh Bawaslu untuk memantau data pemilih.

“Temuan tersebut telah kami serahkan kepada KPU untuk selanjutnya ditindak lanjuti,” ujarnya, Senin (10/9/2018).

Arman menjelaskan, usai penetapan DPT oleh KPU, pihaknya menerima salinan softcopy data pemilih dari KPU dan Parpol. Dari data tersebut pihaknya melakukan pencermatan. Data yang didapat tersebut diserahkan kembali kepada KPU untuk dicermati lagi.

| Baca Juga:  Kampanye Pemilu 2019 Dimulai, Sekda Imbau ASN Hati-Hati Bermedsos

“Jika ganda sudah pasti dicoret salah satu. Kalau yang invalid ini, harus dipastikan dulu, ganda atau salah input data,” lanjut Arman.

Menanggapi temuan ini, Ketua KPU Tulungagung Suprihno mengatakan penyempurnaan DPT tidak hanya dilakukan di Tulungagung saja, namun dilakukan oleh seluruh penyelenggara pemilu di Indonesia.

“Ini dilakukan secara nasional, menggunakan analisa kegandaan data. Kalau ndak dicek, kita juga ndak tau ada kegandaan. Temuan kegandaan itu misalnya, pemilih sebelumnya ada di TPS A kemudian untuk pileg ada di TPS B, tapi di TPS A masih terdata, semacam itu,” ujar Suprihno.

| Baca Juga:  Ratusan APK Caleg di Kota Kediri Tidak Berijin

Nantinya KPU akan memerintahkan PPK dan PPS untuk melakukan verifikasi faktual (verfak) sekaligus menyelesaikan temuan data tersebut ke dalam Informasi Data Pemilih (sidalih).

“Kita utamakan data yang sesuai dengan E-KTP, itu patokan kita,” jelas Suprihno.

Suprihno menjelaskan, jika ditemukan data invalid, baik itu Nomor Induk Kependudukan (NIK), maupuan Nomer Kartu Keluarga (NKK), maka pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil). Setelah verfak selesai, selanjutnya bakal dilakukan pleno penetapan ulang DPT. (*)

Reporter: Firmanto Imansyah
Editor: Linda Kusuma