Beranda Viral Bocah SD Tangkap Elang Ular Bido, yang Dilakukan Kemudian Bikin Bangga

Bocah SD Tangkap Elang Ular Bido, yang Dilakukan Kemudian Bikin Bangga

BERBAGI
Rian Wijaksono menyerahkan burung elang langka ke petugas BKSDA Madiun. (foto: Wiwit Eko Prasetyo)

AGTVnews.com – Seorang bocah 10 tahun, menangkap burung langka elang ular bido yang terjebak di kawasan hutan dekat rumahnya di Pilangbango Kota Madiun. Burung tersebut bisa ditangkap karena terjerat tali di pepohonan.

Satwa langka yang keberadaannya dilindungi itu, sempat dipelihara sehari di rumahnya. namun setelah tahu burung tersebut dilindungi, bocah bernama Rian Wijaksono ini menyerahkan kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah I Jawa Timur di Madiun, Senin (10/9/2018).

Ditemui di kantor BKSDA Madiun, Rian mengaku tidak sengaja menemukan burung elang itu. Saat sedang bermain di kawasan hutan dekat rumahnya, Rian dan teman-temannya menemukan burung elang yang terjerat pepohonan.

| Baca Juga:  Pemkab Madiun Tutup Paksa Kandang Babi Ilegal

“Burungnya kelabakan tidak bisa terbang karena kakinya terjerat di pohon. Lalu saya tangkap dan dibawa pulang,” ujarnya. Sehari dipelihara, Rian sempat memberi makan beberapa ekor ikan lele hidup kepada burung tersebut.

| Simak video berita ini:

Saat dia dan orang tuanya tahu ada larangan memelihara satwa dilindungi, dia lalu berinisiatif menyerahkan ke BKSDA. “Diberi tahu oleh orang-orang katanya tidak boleh pelihara. Lalu saya antar ke sini,” jelasnya.

Petugas BKSDA Madiun, Daru Sudiro sangat mengapresiasi langkah Rian yang mau menyerahkan hewan yang dilindungi dengan sukarela. “Ini langkah sangat bagus menyerahkan hewan dilindungi kepada kami. Karena kalau nekad memelihara bisa terkena masalah hukum,” kata Daru.

| Baca Juga:  Handphone Pelajar Disulap Jadi Toko Online

Pihaknya akan segera menitipkan burung elang tersebut ke Balai Konservasi Umbul di Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun, Karena BKSDA tidak mempunyai kandang yang cukup representatif.

“Sementara kita titipkan dahulu sambil pemulihan kondisi. Nanti setelah dilatih selanjutnya akan dilepaskan ke alam,” jelas Daru.

Daru menambahkan, meskipun kesadaran masyarakat sudah cukup tinggi pihaknya menghimbau warga lainnya yang masih memelihara satwa liar yang dilindungi agar diserahkan ke pemerintah melalui BKSDA. Karena satwa-satwa tersebut dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang konservasi.(*)

Reporter: Wiwiet Eko Prasetyo
Editor  : Yusuf Saputro