Beranda Peristiwa Dinas PUPR Pastikan Tidak Ada Penyerobotan Lahan Milik Lilik

Dinas PUPR Pastikan Tidak Ada Penyerobotan Lahan Milik Lilik

BERBAGI

AGTVnews.com – Adanya video warga Tulungagung yang menangis di kantor pengacara Hotman Paris karena merasa lahan leluhurnya diserobot  ditanggapi biasa oleh dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulungagung.

Menurut Sekretaris Dinas PUPR Tulungagung, Dwi Hari Prasetyo sampai saat ini dirinya belum melihat video yang viral tersebut. Meski demikian Dwi mengaku masih ingat nama Lilik, perempuan asal desa Ngrejo Kecamatan Tangggunggunung yang pernah datang ke kantornya beberapa tahun yang lalu.

Dwi Hari mengatakan, proyek pembangunan jalan desa Ngrejo Tanggunggunung yang dikerjakan dengan menggunakan APBD tahun 2016 tersebut dikerjakan oleh pihaknya, namun pihaknya hanya mengerjakan sesuai dengan usulan dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang).

“Memang itu proyek yang dikerjakan PUPR tapi kalau PU yang dilaporkan itu artinya kita hanya sebagai obyek penderita saja,” ujar Dwi Hari, Senin (3/9/2018).

| Baca Juga:  TKI Tewas Ditabrak Gajah Gabon Pekerja Legal

Dwi Hari menjelaskan untuk urusan status lahan yang dikerjakan dalam proyek, bukan urusan pihaknya. Masalah tersebut diselesaikan oleh pemerintah desa setempat. Termasuk lahan yang diklaim milik Lilik tersebut sesuai dengan data yang dimiliki oleh pemerintah desa merupakan lahan milik desa. Sehingga pengerjaan bisa dilanjutkan hingga selesai.

“Jadi usulan pengerjaan jalan itu kan sudah beberapa kali muncul dalam musrenbang. Kami hanya tinggal melaksanakannya saja,” lanjutnya.

Dwi hari menambahkan, Lilik pernah mendatangi kantornya untuk mempertanyakan masalah tersebut. Namun dijawab sesuai dengan data yang dimiliki dinas PUPR. Bahkan dinas juga menyarankan agar yang bersangkutan melapor ke Inspektorat, jika mendapati tindakan ASN maupun Dinas yang menyalahi aturan.

| Baca Juga:  Pemkab Tulungagung Ancam Pecat ASN Terlibat Narkoba

“Sudah ke sini memang. Ya saya jelaskan apa adanya, kalau ndak puas saya anjurkan melaporkan lewat inspektorat,” tutur Dwi Hari.

Diperiksa Polda

Dwi hari mengaku beberapa kali diundang oleh Polda Jatim atas laporan yang dibuat oleh Lilik, namun karena tidak cukup bukti akhirnya laporan tersebut ditutup.

“Itu kan juga sudah di SP3 sama polda, kami kan juga beberapa kali dipanggil kesana untuk gelar perkara tapi hasilnya ya itu tadi kan ndak cukup bukti,” pungkasnya.

Diketahui seorang warga asal Tulungagung, bernama Lilik merasa lahan milik leluhurnya diserobot oleh dinas PUPR untuk pembangunan jalan desa. Karena merasa tidak mendapat kejelasan, Lilik mengadukan nasibnya ke kantor pengacara Hotman Paris agar mendapatkan bantuan penyelesaian. (*)

Reporter: Firmanto Imansyah
Editor: Linda Kusuma