Beranda Peristiwa Guru Honorer se-Kabupaten Blitar Mogok Mengajar, Begini Tanggapan Dinas Pendidikan

Guru Honorer se-Kabupaten Blitar Mogok Mengajar, Begini Tanggapan Dinas Pendidikan

BERBAGI
aksi GTT di Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar. (foto: Ana Alana)

AGTVnews.com – Ribuan Guru Tidak Tetap (GTT) SD dan SMP yang ada di wilayah kabupateb Blitar menggelar aksi mogok mengajar. Aksi ini dipicu adanya rasa cemas terkait rekruitmen CPNS 2018 yang tidak bisa mengakomodir mereka. Aksi ini dilakukan sejumlah Kecamatan, diantaranya di Kecamatan Nglegok, Ponggok, Wlingi, Kanigoro dan Sanankulon.

Mereka menuntut agar pemerintah merevisi Permen PAN-RB 36/2018. Dalam Permen PAN-RB itu disebutkan batas usia bagi pegawai K2 yang ingin ikut seleksi CPNS 2018 maksimal adalah 35 tahun per 1 Agustus 2018. Sedangkan usia guru honorer yang sudah puluhan tahun mengabdi rata-rata sudah berusia lebih dari 35 tahun.

Mereka juga menuntut upah sesuai UMK,jika memang belum ada regulasi bagi guru honorer untuk menjadi PNS. Tak sampai disitu, kekecewaan ini membuat ribuan para guru honorer mogok mengajar hingga seminggu kedepan.

| Baca Juga:  Darurat Tenaga Pendidik, Ribuan Guru Honorer Blitar Unjuk Rasa

Menanggapi hal ini, kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Budi Kusumarjaka meminta agar honorer guru tidak berlama-lama melakukan aksi mogok mengajar. Jika sudah selesai dengan aksi unjuk rasa mereka diminta kembali ke sekolah tempat mereka mengajar.

“Silahkan menyampaikan aspirasinya, namun jika tuntutanya sudah diakomodir dan ditampung, kami berharap mereka kembali ke sekolah untuk mengajar. Karema dengan adanya aksi mogok mengajar ini otomatis menganggu kegiatan belajar mengajar di sekolah yang ditinggalkan,” jelas Budi Kusumarjaka, Senin (24/9/2018).

Budi Kusumarjaka mengatakan, aspirasi para guru honorer ini akan disampaikan kepada bupati. Sehingga bupati bisa menyampaikan aspirasi mereka kepada pemerintah pusat.

“Kami sampaikan kepada bupati. Karena kami yang didaerah tidak memiliki kewenangan terkait rekrutmen nanti bupati akan menyampaikan hal ini ke pusat,” paparnya.

| Baca Juga:  Minta Nasibnya Diperhatikan, GTT di Blitar Ajak Serta Anaknya Berdemo

Di Kecamatan Nglegok, unjuk rasa diwarnai dengan aksi long march dan membubuhkan tanda tangan di atas kain putih yang dibentangkan di sepanjang jalan raya Kecamatan Nglegok. Koordinator aksi Eka Agus Triyanto mengatakan, pihaknya mendesak pemerintah segera menyusun peraturan pemerintah (PP) terkait Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Dengan PPPK sedikit bisa menutup kesenjangan antara kami guru honorer dengan PNS. Kami bisa hidup lebih layak. Kami guru yang mengabdi puluhan tahun tidak dianggap karena kami mengajar di wilayah terpencil di lereng Gunung Kelud,” ungkap Eka Agus Triyanto.(*)

Reporter: Ana Alana
Editor: Linda Kusuma