Beranda Peristiwa Jelang Pendaftaran CPNS, Web BKN Sulit Diakses

Jelang Pendaftaran CPNS, Web BKN Sulit Diakses

BERBAGI
Kepala BKD kabupaten Tulungagung, Arief Budiono

Tulungagung, AGTVnews.com – Penerimaan CPNS pada tahun ini menjadi satu momentum yang ditunggu oleh masyarakat luas. Pendaftaran  CPNS awalnya dijadwalkan pada 26 September, namun karena beberapa hal akhirnya dipastikan pelaksanaanya diundur.  Kemungkinan secara resmi untuk wilayah Jawa Timur bakal dibuka secara bersama-sama pada Jumat (28/9/2018) esok hari.

Menurut kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Tulungagung, Arief Budiono, mundurnya pendaftaran ini merupakan instruksi dari pusat. “Kita menyesuaikan dengan instruksi
pusat. Kalau ndak ada masalah, ya pendaftaran mulai besok 28 September sampai 12 Oktober,” ujar Arief Budiono, Kamis, (27/9/2018).

Arief mengatakan, sampai saat ini pihaknya menemukan masalah perbedaan nomenklatur formasi antara yang dirilis resmi oleh Kementrian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) dengan nomenklatur formasi yang ada dalam web resmi pwndaftaran BKN.

| Baca Juga:  Ketemu Melalui Medsos, Warga Blitar Tertipu Rekrutmen CPNS

Pihaknya merinci untuk Kabupaten Tulungagung saja ada 7 kekeliruan yang tidak sama antara Nomenklatur di Kemenpan RB dan web pendaftaran resmi BKN.

Arief mencontohkan, untuk formasi dokter spesialis yang telah disetujui Kemenpan itu Spesialis Jantung namun di dalam web tertulis Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah.

“Misalnya kita mengajukan formasi penyuluh hukum ahli pratama untuk bagian hukum sekda, kemudian di data Kemenpan sudah masuk di bagian hukum sekda namun yang muncul di web itu formasi ada di bagian umum sekda, yang dokter gitu juga,” lanjutnya.

BKD Kabupaten Tulungagung telah berupaya untuk masuk kedalam sistem untuk mengusulkan perbaikan nomenklatur sesuai dengan yang dirilis Kemenpan RB namun belum berhasil.

| Baca Juga:  Ratusan GTT di Kecamatan Kauman Kabupaten Tulungagung Mogok Ngajar

“Sudah sejak kemarin sampai malam dicoba terus tapi masih gagal-gagal,” keluhnya.

Arief menjelaskan, perbedaan nomenklatur yang terjadi bisa menyulitkan pendaftar untuk memilih jenis formasi yang akan dilamar. Oleh sebab itu perbaikan sangat diperlukan. Pihaknya mengakui, perbedaan nomenklatur dalam formasi tidak hanya dialami oleh Pemkab Tulungagung namun juga daerah lain di Jawa Timur.

“Yang rugi nanti pelamar, pas liat di Kemenpan formasinya ada, tapi di web tidak sama, kan kasian,” pungkasnya.

Pihaknya berharap perbaikan bisa segera di lakukan, dan informasi selanjutnya bakal dipublikasikan melalui web resmi BKD Tulungagung maupun BKN.(*)

Reporter: Firmanto Imansyah
Editor: Linda Kusuma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here