Beranda Hukum Kriminal KPK Kembali Sita Aset di Tulungagung

KPK Kembali Sita Aset di Tulungagung

BERBAGI
tanah dan bangunan yang disita KPK di Ringinpitu Tulungagung. (Foto: Firmanto Imansyah)

AGTVnews.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menyita aset milik tersangka kasus dugaan suap yang terjadi di wilayah Tulungagung. Penyitaan ini dilakukan di tanah dan bangunan yang ada di Desa Ringinpitu Kecamatan Kedungwaru kabupaten Tulungagung.

Menurut kepala desa Ringinpitu, Suwito dirinya mengetahui pemasangan plakat tersebut dari salah satu perangkat desa. Pada Kamis malam (27/8/2018) mendampingi penyidik KPK dan petugas BPN serta pihak kepolisian memasang plakat tersebut.

“Yang tau itu bayan saya. Jadi ceritanya itu seminggu yang lalu bayan saya ini juga diminta untuk mendampingin tim melihat lokasi, lha tadi malam disegel,” ujarnya, Jumat (28/9/2018).

Dari data yang ada di pihak desa, tanah dan bangunan yang saat ini disita KPK terdaftar atas nama Alfin Hartono. Pihaknya juga tidak bisa memastikan siapa Alfin hartono dan keterkaitannya dengan dugaan suap peningkatan jalan yang saat ini ditangani oleh KPK.

| Baca Juga:  Berkah Pengrajin Tetek Melek Tulungagung di Pandemi Corona

| Simak video berita ini:

“Kalau di data SPT pajak, namanya itu Alfin Hartono. Ndak tau sekarang sudah dijual apa belum, kalau jualnya lewat notaris kan ndak lewat desa,” tegasnya.

Sementara itu menurut informasi dari salah satu warga, Arik, tanah seluas 21 Ru tersebut awalnya merupakan tanah milik warga desa Ringinpitu. Kemudian dibeli oleh seorang pengusaha keturunan cina yang kemungkinan bernama Alfin. Sekitar satu setengah tahun terakhir dibeli oleh seseorang yang mengaku dari kecamatan Ngantru.

“Dulu itu, ini harga dulu lo ya, satu Ru nya itu Rp 15 juta, terus luasnya 21 RU. Yang mbeli dulu orang cina terus dibeli lagi sama orang dari kecamatan Ngantru,” tutur Arik.

| Baca Juga:  Jembatan Ngujang 2 Jadi Tempat Swafoto, Polisi Ingatkan Potensi Bahaya

Arik juga tidak mengetahui dengan pasti nama pemilik baru dari lahan tersebut. Arik menjelaskan usai dibeli kemudian langsung direnovasi dan beberapa bangunan lamanya dibongkar diganti dengan yang baru. Namun sejak 6 bulan terakhir proses pembangunannya berhenti tanpa alasan yang jelas.

“Setelah dibeli langsung direnovasi, terus berhentinya sekitar 6 bulan yang lalu,” pungkasnya.

Dengan adanya penyitaan tanah dan bangunan tersebut, total ada 3 lokasi aset di Tulungagung yang sudah disita oleh KPK. 2 plakat dipasang di aset berupa tanah dan bangunan yang ada di desa Jeli kecamatan Karangrejo Tulungagung, sedangkan satu lainnya telah dipasang di dusun Ringinasri desa Ringinpitu kecamatan Kedungwaru Tulungagung.(*)

Reporter: Firmanto Imansyah
Editor: Linda Kusuma