Beranda Hukum Kriminal Marak Kasus Kekerasan Seksual, Ini Pesan MUI Untuk Warga Blitar

Marak Kasus Kekerasan Seksual, Ini Pesan MUI Untuk Warga Blitar

BERBAGI

AGTVnews.com – Maraknya kasus kekerasan seksual yang terjadi di wilayah Blitar menjadi perhatian khusus bagi Majelis Ulama Indonsia (MUI) Kabupaten Blitar.

Menurut Sekretaris MUI Kabupaten Blitar Ahmad Syu’udi persoalan kejahatan seksual yang belakangan marak terjadi cukup memprihatinkan. Terlebih kebanyakan korban masih di bawah umur.

Untuk itu pihaknya meminta masyarakat untuk berperan aktif mencegah terjadinya kejahatan seksual. Terutama orang tua untuk lebih meningkatkan pengasuhan terhadap anak-anaknya.

“Kami sangat prihatin. Bukan hanya tugas polisi maupun pemerintah untuk mengatasi hal ini. Namun ini menjadi tugas kita bersama. Apalagi ada satu kasus yang pelakunya ayah kandungnya sendiri. Bayangkan, binatang saja tidak ada yang tega memakan anaknya sendiri ,” jelas Ahmad Syu’udi, Sabtu (22/9/2018).

| Baca Juga:  Pelaku Perkosaan Anak Kandung Tidak Ingat Berapa Kali Melakukan

Hal yang tak kalah penting lanjut Syu’udi, adalah membentengi anak sedini mungkin dengan pengetahuan agama. Pengetahuan agama diyakini mampu melindungi dari ancaman kejahatan seksual. Hal ini juga bisa membentengi mereka untuk tidak gampang terpengaruh hal-hal negatif.

“Tentunya mereka akan tidak mudah dilecehkan dan dapat terhindar dari kekerasan,” imbuhnya.

Lebih lanjut Syu’udi menjelaskan selain kejahatan seksual, berdasarkan data Pengadilan Agama (PA) Blitar ada trend peningkatan permintaan dispensasi nikah. Dispensasi nikah ini digunakan bagi pasangan yang belum cukup umur. Parahnya pernikahan dini ini sering terjadi akibat ‘kecelakaan’ atau hamil diluar nikah.

| Baca Juga:  Keji, Pengedar Pil Koplo ini Tega Perkosa Anak Kandungnya

Diketahui dalam sebulan terakhir setidaknya ada dua kasus kejahatan seksual yang menjadi perhatian. Pertama kasus persetubuhan yang menimpa anak kelas lima SD berusia 11 tahun di Kecamatan Udanawu. Kasus ini melibatkan tujuh pelaku pria dewasa dan satu pelaku di bawah umur.

Kasus terbaru, adanya persetubuhan yang dilakukan R (44) warga Kecamatan Gandusari. terhadap anak kandungnya sendiri yang masih berusia 16 tahun hingga puluhan kali.(*)

Reporter: Ana Alana
Editor: Linda Kusuma