Beranda Wisata Hiburan Pemerhati Budaya Ajak Lestarikan Petilasan Adipati Minak Sengguruh

Pemerhati Budaya Ajak Lestarikan Petilasan Adipati Minak Sengguruh

BERBAGI
Ratusan warga dan pemerhati budaya menyimak acara sarasehan budaya di areal petilasan Adipati Minak Sengguruh Desa Tunglur Kecamatan Badas. (foto: rianto)

AGTVnews.com – Pemerintah Desa Tunglur Kecamatan Badas Kabupaten Kediri menggelar sarasehan sejarah Adipati Minak Sengguruh di areal petilasan, Kamis malam (13/9/2018).

Acara sarasehan dilakukan setelah beberapa waktu terakhir warga desa setempat banyak menemukan artefak batu andesit beraneka ragam bentuk yang diduga peningggalan bersejarah terkait Adipati Minak Sengguruh.

Hadir dalam kegiatan tersebut budayawan asli Kediri Gus Naf’an Shalahudin, tokoh masyarakat di Kecamatan Badas serta pemerhati budaya dari berbagai latar belakang.

Dalam tausiahnya, Gus Naf’an Shalahuddin mengajak masyarakat agar temuan peninggalan cagar budaya ini untuk dilindungi dan dilestarikan. Karena ini adalah bukti fisik yang tidak dapat dipungkiri.

“Kami sangat bangga dengan keberadaan cagar budaya yang baru ditemukan ini, karena saya yakin usianya sudah ribuan tahun dan itu ada di Desa Tunglur. Harapan saya mari dari Pemerintah Desa bersama masyarakat untuk peduli melindungi, mengangkat budaya kearifan lokal dan melestarikan cagar budaya warisan leluhur ini,” tutur Gus Naf’an.

Karena cagar budaya yang ditemukan tersebut usianya bisa ribuan tahun dan memiliki nilai tinggi, banyak kolektor yang mengincar atau mencari benda benda kuno tersebut untuk dijual.

“Apakah pantas batu cagar budaya yang bernilai tinggi ini akan beralih ke orang lain. Batu cagar budaya tersebut memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi karena tidak semua daerah dapat memiliki cagar budaya seperti yang dimiliki oleh di Desa Tunglur ini,” pesannya.

| Baca Juga:  Pameran Keris Lestarikan Budaya Tradisional

Masih menurut Gus Naf’an, temuan benda bersejarah oleh masyarakat yang didampingi oleh Tim Damar Panuluh Nusantara tersebut diharapkan menjadi salah satu destinasi wisata religi yang ada di Desa Tunglur dan mampu mengangkat perekonomian masyarakat.

Berharap Segera Diteliti

Sementara itu Ketua Paguyupan Abdi Dalem Minak Sengguruh, Khoirul Anam berharap agar peninggalan bersejarah yang diduga merupakan cagar budaya tersebut sesegera dapat teliti oleh dinas terkait.

“Kami beberapa hari yang lalu juga sudah berkordinasi dengan Dinas Pariwisata Purbakala Kabupaten Kediri untuk dilakukan peninjauan lebih lanjut,” ujar Khoirul.

Sementara itu Kepala Desa Tunglur Mashudi, mengucapkan terimakasih kepada masyarakat khususnya abdi dalem Minak Sengguruh yang sudah berupaya membantu Desa Tunglur dalam mengangkat budaya lokal situs cagar budaya

“Kami minta saran dan wawasannya agar cagar budaya yang diduga tersebut sesegera dilakukan penelitian dan bisa menjadi destinasi wisata religi daerah serta mampu mengangkat perekonomian masyarakat,” ucap Kades.

Untuk diketahui, sejak sebulan terakhir warga telah menemukan serpihan dan potongan batu diduga cagar budaya di area pekarangan dekat dengan petilasan Adipati Minak Sengguruh.

Hal itu diluar dugaan, karena selama ratusan tahun masyarakat Desa Tunglur belum pernah mengetahui benda-benda purbakala tersebut. Karena yang diketahui dan diuri-iri saat itu hanya sebuah kayu atau pathok pengikat tali kuda yang saat ini diabadikan sebagai pepunden Desa Tunglur.(*)

Reporter: Rianto
Editor  : Yusuf Saputro

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here