Beranda Ekonomi Bisnis Sari Buah Nanas Sortiran, Bisnis yang Menggiurkan

Sari Buah Nanas Sortiran, Bisnis yang Menggiurkan

BERBAGI

AGTVnews.com – Memanfaatkan buah nanas sortiran yang tidak dipakai, Samrotul Azizah warga Desa Sidorejo Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar mampu meraup untung hingga Rp 60 juta perbulan.

Berbekal pengalaman mengikuti pelatihan, buah nanas sortiran yang sudah tak laku dijual di pasaran itu, diolahnya menjadi minuman sari buah nanas.

Menurut wanita 37 tahun ini, ide membuat minuman sari buah nanas berawal dari sang suami yang merupakan penjual buah nanas. Sebelum dikirim, nanas-nanas tersebut disortir terlebih dahulu. Buah nanas yang berukuran kecil dan tidak laku dijual dibiarkan begitu saja.

“Awalnya saya buat nanas sortiran jadi selai dan dodol karena sayang jika sampai membusuk,” ungkap Azizah.

Namun selai nanas dan dodol buatan Azizah kurang diminati pasar. Selai hanya laku dibeli penjual roti bakar sedangkan dodol juga kurang diminati untuk jajanan sehari-hari.

Melihat kondisi ini, akhirnya Azizah mencoba berkreasi dengan olahan lainnya, dan akhirnya muncul ide membuat minuman dari sari buah nanas.

“Pasaran selai dan dodol cukup sulit sedangkan sortiran nanas terus menumpuk. Saya cari ide untuk olahan lainnya. Hingga akhirnya saya punya ide membuat sari nanas. Karena saya pikir minuman akan lebih mudah dipasarkan,” ungkap Azizah.

| Baca Juga:  Silaturahim Idul Fitri 1438 H dan Pengajian AT-Ta'awun Pimpinan Daerah Muhamadiyah Kota Kediri

Olahan sari buah nanas ini awalnya dibuat dengan peralatan manual. Pemasarannya pun hanya dikalangan orang terdekat seperti saudara dan tetangga.
Lama-kelamaan minuman sari buah nanas produksi Azizah semakin dikenal. Permintaan melonjak hanya dalam waktu tiga bulan. Azizah pun kemudian memutuskan membeli mesin pengolahan.

Dalam sehari Azizah dan tujuh orang karyawannya mampu meproduksi 100 hingga 500 kardus minuman sari buah nanas. Setiap kardus untuk kemasan 120 ml, berisi 32 gelas, sedangkan yang berisi 150 ml, satu kardus berisi 24 gelas.

Azizah mengaku, minuman sari buah nanas buatannya tidak menggunakan pemanis buatan ataupun perasa buah. Untuk pemanis, ia menggunakan gula murni, sedangkan perasanya murni dari buah nanas tanpa tambahan perasa maupun pewarna makanan.

“Saya memang tidak mau menambahkan perasa dan pemanis buatan, agar rasanya tidak berubah dan tidak membuat serik di tenggorokan,” pungkasnya.(*)

Reporter: Ana Alana
Editor  : Linda Kusuma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here