Beranda Peristiwa Sengketa Alih Fungsi Gunung Bolo, Dimenangkan Yayasan Perkumpulan Rukun Sejati

Sengketa Alih Fungsi Gunung Bolo, Dimenangkan Yayasan Perkumpulan Rukun Sejati

BERBAGI

Tulungagung, AGTVnews.com – Sengketa yang terjadi antara perkumpulan Rukun Sejati dan pemerintah Desa Bolo akhirnya dimenangkan oleh pihak yayasan. Sengketa ini berlangsung sejak adanya alih fungsi lahan pemakaman leluhur etnis tionghoa di Gunung Bolo menjadi lokasi wisata yang dikelola oleh Pemdes Bolo.

Sejumlah upaya mediasi sebenarnya sudah dilakukan, namun tetap saja kedua belah pihak mengklaim memiliki bukti sah atas lahan gunung Bolo tersebut.

Rukun sejati melalui ketua yayasannya, Hendra Gunawan mengaku memiliki bukti eigendom penggunaan lahan seluas 25 hektare sejak tahun 1893.

Namun pihak pemerintah desa juga mengaku memiliki bukti atas lahan tersebut. Pada tahun 2017 yang lalu pemerintah desa membangun beberapa gazebo di lahan tersebut sebagai spot wisata.

Menurut Humas Pengadilan Negeri Tulungagung, Yuri Adriansyah, karena tidak menemui titik temu akhirnya masalah tersebut diselesaikan melalui meja hijau.

| Baca Juga:  Peserta Tes CPNS Wajib Rapid Test dan Bebas Covid 19

Dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri Tulungagung diputuskan perkara tersebut dimenangkan oleh Penggugat Perkumpulan Rukun Sejati atas Tergugat Pemdes Bolo dan sejumlah turut tergugat lainnya.

“Hasil sengketa lahan Bolo dimenangkan penggugat Rukun Sejati yang diwakili oleh ketua yayasannya Hendra Gunawan,” jelas Yuri Adriansyah, Kamis (6/9/2018).

Yuri mengatakan, hasil putusan tersebut mewajibkan pihak penggugat dan tergugat untuk menghormati gugatan yang ada.

Namun demikian bukan berarti akan dilakukan pengosongan dan pembongkaran bangunan yang sudah dilakukan pihak tergugat di lokasi tersebut. Hal ini karena pengadilan ini baru tingkat pertama dan belum inkracht.

“Salah satunya menghukum tergugat atau siapa saja yang mendapatkan hak daripadanya untuk menyerahkan obyek sengketa dalam keadaan kosong tanpa suatu syarat kepada penggugat,” lanjutnya.

| Baca Juga:  Diserang Wereng, Hektaran Lahan Petani Terancam Gagal Panen

Kedua belah pihak mendapat waktu 14 hari untuk fikir-fikir atas putusan ini.

Menanggapi putusan ini, kuasa hukum tergugat, Dinsa Eka menilai hakim kurang cermat dalam memutuskan kasus ini, terutama menyangkut bukti-bukti legal standing yang ada. Uhtuk itu pihaknya akan mengkoordinasikan hal ini dengan kliennya, guna memutuskan langkah apa yang akan diambil.

“Kita koordinasi dulu dengan klien, saya melihat hakim kurang cermat dalam melihat legal standingnya,” tutur Dinsa.

Hal yang sama juga disampaikan oleh kuasa hukum penggugat, Galih Rama. Pihaknya juga akan mengkoordinasikan hal ini dengan kliennya, mengingat tidak semua gugatan yang diajukan dimenangkan oleh pengadilan.(*)

Reporter: Firmanto Imansyah
Editor: Linda Kusuma