Beranda Hukum Kriminal Tidak Terima Putusan Pengadilan, Yayasan Rukun Sejati Ajukan Banding

Tidak Terima Putusan Pengadilan, Yayasan Rukun Sejati Ajukan Banding

BERBAGI
Galih Rama, Pengacara yayasan Rukun Sejati.(foto: Firmanto Imansyah)

Tulungagung, AGTVnews.com – Kasus gugatan alih fungsi gunung Bolo yang dilakukan yayasan Rukun Sejati terhadap Pemerintah Desa Bolorejo ternyata masih terus berlanjut.

Setelah dalam sidang sebelumnya pengadilan Negeri Tulungagung memenangkan gugatan yayasan Rukun Sejati, kini yayasan tersebut kembali mengajukan banding.

Kuasa hukum yayasan Rukun Sejati, Galih Rama mengatakan, ada satu hal yang belum memuaskan kliennya, yakni gugatan dari penggugat atas ganti rugi kerusakan makam akibat pembangunan alih fungsi makam tionghoa ke tempat wisata, tidak dikabulakan pengadilan.

| Baca Juga:  Petani di Blitar Bayar Sertifikat Tanah dengan Hasil Ladang

“Kita ajukan banding atas gugatan ganti rugi kita, yang tidak dikabulkan oleh pengadilan. Harusnya kan ada kerusakan, maka sudah selayaknya ada kerugian. Besaran gugatan ganti ruginya sebesar Rp 3,5 miliar,” ujar Galih, Senin (10/9/2018).

Menurut Galih, nilai yang diajukan tersebut merupakan akumulasi kerugian atas kerusakan makam milik yayasan Rukun Sejati yang terjadi setelah adanya pembangunan Gazebo oleh pemerintah desa.

“Banyak makam yang rusak, lebih dari 10 buah dan kerusakannya beragam. Ada yang parah dan ada yang biasa saja,” tegasnya.

| Baca Juga:  Sony Sandra Klaim Kepemilikan Tanah di Pantai Sine Tulungagung

Galih menambahkan, rencananya berkas gugatan banding tersebut akan diselesaikan di Pengadilan Negeri Tulungagung.

Sementara itu terkait isi gugatannya, Galih Rama menjelaskan pihak desa selaku tergugat satu dan Pihak Pokdarwis selaku tergugat dua, harusnya menjadi pihak yang bertanggung jawab atas kerugian tersebut. Sedangkan pihak turut tergugat seperti dinas pariwisata hanya wajib mematuhi keputusan yang ada.(*)

Reporter: Firmanto Imansyah
Editor: Linda Kusuma