Beranda Hukum Kriminal Baru Sebulan Bebas Residivis Ini kembali Lakukan Aksinya

Baru Sebulan Bebas Residivis Ini kembali Lakukan Aksinya

BERBAGI
pelaku saat diamankan di mapolsek Sukorejo.(foto:ana alana)

Blitar, AGTVnews.com – Baru satu bulan bebas dari penjara untuk kasus penjambretan, ternyata tidak membuat Didik Agustian (26 tahun), warga Gunung Gede Kecamatan Wonotirto ini kapok. Didik sempat menjadi bulan-bulanan warga karena ketahuan menjambret ibu-ibu yang tengah berbelanja.

Menurut Kapolsek Sukorejo Kompol Agus Fauzi, kronologis kejadian berawal saat korban Iswatun berbelanja di buah di Jalan Mahakam Kota Blitar, Kamis (11/10/2018).

Saat itu korban meletakan tasnya yang berisi uang sebesar Rp 500 ribu di atas motor. Saat korban sedang memilih buah-buahan pelaku mengambil tas korban dan langsung kabur menggunakan sepeda motor ke arah barat.

| Baca Juga:  Posting Ujaran Kebencian Operasi Yustisi, Pria di Blitar Diperiksa Polisi

Mengetahui pelanggannya menjadi korban penjambretan pedagang buah berinisiatif mengejar pelaku menggunakan motor korban.

|video rekomendasi untuk anda:

 
[youtube https://www.youtube.com/watch?v=GO82b_xUp64?showinfo=0&w=480&h=270]

 

 

“Saat itu pedagang buah mengetahui jika pelangganya jadi korban jambret. Tanpa pikir panjang penjual buah tersebut langsung meminjam motor korban untuk mengejar pelaku sampai di Kelurahan Tlumpu, ” jelas Agus fauzi.

Agus Fauzi menambahkan, “di sana pelaku hampir dihajar massa beruntung ada petugas yang sedang berpatroli dan langsung mengamankan pelaku,” ujarnya.

Saat dimintai keterangan terungkap jika motor Honda Vario yang digunakan untuk menjambret merupakan motor curian. Pencurian motor itu dilaporkan ke Polsek Sanankulon 29 September lalu.

| Baca Juga:  Demo Mahasiswa Ricuh, Polisi Bantah Terjadi Kontak Fisik

“Motor yang digunakan pelaku ini juga merupakan hasil kejahatan. Pencurian motor yang dilaporkan ke Polsek Sanankulon tersebut terjadi di barat gapura perbatasan Kota Blitar,” ungkap Agus.

Saat pelaku diamankan petugas untuk proses hukum lebih lanjut.(*)

Reporter: Ana Alana
Editor: Linda Kusuma