Beranda Hukum Kriminal Beli Rokok Dengan Uang Palsu, Laki-Laki Ini Dicokok Polisi

Beli Rokok Dengan Uang Palsu, Laki-Laki Ini Dicokok Polisi

BERBAGI
pelaku dan barang bukti yang diamankan petugas. (foto: Firmanto Imansyha)

Tulungagung, AGTVnews.com – nekat membeli rokok dengan uang palsu, Noveka Setiawan (40 tahun) warga kelurahan Pojok kecamatan Mojoroto Kota Kediri diamankan unit reskrim Polres Tulungagung.

Penangkapan peredaran uang palsu ini saat, pelaku membeli beberapa bungkus rokok di toko kelontong milik Sri Purwoningsih (59) warga desa Waung kecamatan Boyolangu Tulungagung.

Kasubbag Humas Polres Tulungagung, Iptu Sumaji mengatakan, terbongkarnya kasus peredaran uang palsu ini bermula dari kecurigaan Sri Purwoningsih yang menerima pembayaran uang satuan 50 ribuan dari tersangka. Uang tersebut untuk membeli rokok.

Usai menerima uang pecahan Rp 50 ribu, itu kemudian korban memeriksa uang tersebut dengan alat pendeteksi uang, hasilnya didapati ketidak cocokan uang tersebut dengan ciri ciri uang asli, namun tersangka langsung menunjukkan gelagat aneh saat diminta untuk memberikan uang pecahan lain selain yang dibayarkan.

 

|video rekomendasi untuk anda:

[youtube https://www.youtube.com/watch?v=p_pyXewgikI?showinfo=0&w=480&h=270]

 

 

“Benar telah kita amankan pelaku, saat ini masih proses penyidikan,” ujar Kasubbag Humas Polres Tulungagung, Jumat (5/10/2018).

| Baca Juga:  Ribuan Pil Dobel L Diamankan Dari 9 Jaringan Pengedar

Sumaji menambahkan, tidak hanya gelagat aneh, bahkan tersangka meminta korban dan warga sekitar yang saat itu ada di toko kelontong tersebut agar menyelesaikan masalah tersebut dengan damai. Namun salah satu warga berinisiatif untuk melaporkan hal ini kepada pihak kepolisian.

Polisi yang datang ke lokasi langsung meminta keterangan saksi dan korban serta membawa tersangka ke Mapolsek untuk dimintai keterangan.

“Sampai saat ini sudah ada 2 korban yang melapor, satu toko lagi di desa/kecamatan Karangrejo yang juga ditipu dengan modus yang sama oleh tersangka ini,” lanjutnya.

Dihadapan pihak kepolisian, tersangka mengaku mengedarkan uang palsu dengan sasaran wilayah selatan Tulungagung, selama satu hari saja dirinya sudah menipu 12 pemilik toko dengan modus membeli beberapa bungkus rokok dengan uang palsu pecahan Rp50 ribu, untuk mendapatkan kembalian uang asli sekitar Rp 35 ribu rupiah.

“Ngakunya sudah beraksi di 12 toko, tapi ini masih kita dalami kebenarannya,” ungkap Sumaji.

Menurut Sumaji, tersangka mendapatkan uang palsu sebanyak Rp 10 juta rupiah dari kenalannya warga Kediri. Kenalannya ini ternyata dulunya sama-sama pernah menghuni lapas Kediri.

| Baca Juga:  Pelawak Percil Kecelakaan di Tulungagung

“Dapatnya itu sudah 2 tahun yang lalu, sekarang karena lagi butuh uang akhirnya uang tersebut digunakan,” tegasnya.

Polisi yang melakukan penggeledahan menemukan uang palsu pecahan 50 ribuan senilai Rp 9.350.000, serta uang asli dengan nilai Rp 1.457.000. Tersangka mengakui uang sebanyak 9.350.000 tersebut merupakan uang palsu sisa dari total uang palsu sebanyak 10 juta yang dia bawa dari Kediri.

Sedangkan uang asli sebanyak Rp 1.457.000 tersebut merupakan uang sisa hasil pembelian rokok di 12 toko yang telah dia datangi. “Selain uang juga beberapa bungkus rokok berbagai merek diamankan dari tangn tersangka, sekitar 50an bungkus dan 1 slop rokok,” pungkas Sumaji.

Tersangka dijerat dengan pasal 36 junto pasal 26 Undang Undang Nomer 7 tahun 2011 tentang mata uang dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.(*)

Reporter: Firmanto Imansyah
Editor: Linda Kusuma