Beranda Hukum Kriminal Camat di Blitar Kena OTT Pungli Sertifikat Tanah

Camat di Blitar Kena OTT Pungli Sertifikat Tanah

BERBAGI
Kapolres Blitar AKBP Anissullah M Ridha menunjukkan barang bukti hasil OTT Camat Kanigoro. (foto: Ana Alana)

AGTVnews.com – Lagi-lagi, masalah pengurusan sertifikat tanah di Kabupaten Blitar berbuah Operasi Tangkap Tangan (OTT). Kali ini Camat Kanigoro berinisial MH tersangkut kasus sama seperti OTT sebelumnya, yakni pungutan liar biaya pemecahan sertifikat tanah.

Kapolres Blitar AKBP Anissullah M Ridha mengatakan, tim Saber Pungli Polres Blitar melekukan OTT Camat Kanigoro bersama seorang Kasi Kecamatan Kanigoro berinisial S, di kantor Kecamatan Kanigoro.

“Benar tim saber pungli telah mengamankan seorang oknum camat berinisial MH dan seorang Kasi berinisial S. OTT ini terkait dengan pengurusan pecah sertifikat tanah,” jelas Anissullah M Ridha, Jumat (19/10/2018).

| Baca Juga:  Berdalih Jaga Stamina, Sopir Truk Pasir Konsumsi Sabu

Menurut Kapolres, OTT ini berawal dari laporan beberapa warga yang merupakan saudara kandung tengah mengurus pecah sertifikat tanah milik orang tuanya. Namun mereka dimintai tarikan uang yang tidak sesuai peraturan dari pengurusan surat tanah, sebesar Rp 15 juta.

| Simak video berita terkait:

Laporan ini lantas ditindak lanjuti tim saber pungli. Padahal sebagaimana diatur dalam PP Nomor 53 tahun 2010 dalam pengurusah pecah sertifikat tanah tidak dipunggut biaya apapun. “Kedua pelaku sudah kami tetapkan sebagai tersangka dan kasus sudah kami naikan ke tahap penyidikan,” imbuhnya.

| Baca Juga:  Begini Kondisi Korban Pencabulan Ayah Kandung

Menurut dia, polisi menerapkan pasal 12 huruf E UU RI nomor 20 tahun 2001 perubahan UU RI nomor 31 th 1999 tentang tindak pidana korupsi. Dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara paling lama 20 tahun atau denda minimal Rp 200 juta paling besar Rp 1 miliar.

Selain uang tunai dalam OTT ini petugas juga mengamankan sejumlah dokumen yang digunakan untuk pecah sertifikat tanah.(*)

Reporter: Ana Alana
Editor  : Linda Kusuma