Beranda Peristiwa Heboh, Surat Panggilan KPK Kepada Sejumlah Pejabat Pemkab Blitar Diduga Palsu

Heboh, Surat Panggilan KPK Kepada Sejumlah Pejabat Pemkab Blitar Diduga Palsu

BERBAGI
surat pemanggilan KPK yanmg diduga palsu.(foto:ana alana)

AGTVnews.com – Sejumlah pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten Blitar dikabarkan mendapatkan surat panggilan pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun, belakangan diketahui surat panggilan berlogo KPK itu diduga palsu.

Melalui jubirnya Febri Diansyah, KPK menyebut tidak pernah mengeluarkan surat pemanggilan untuk pejabat pemerintahan di Kabupaten Blitar. Melalui pesan WhatsApp, Febri juga menulis tidak benar jika surat itu dari KPK.

“Yang beredar di Facebook itu cuma sampul surat, tidak bisa diidentifikasi isinya. Surat tidak benar dari KPK. Adanya informasi pemanggilan Bupati ataupun Wakil Bupati Blitar juga tidak benar,” kata Febri melalui pesan singkat Whatsapp, Jumat (12/10/2018).

| Baca Juga:  Plt Bupati Tulungagung Diperiksa KPK

Sebelumnya Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Blitar Puguh Imam Susanto membenarkan jika salah satu stafnya menerima surat panggilan pemeriksaan. Dalam sampul surat yang dikirim tersebut berlogo KPK.

|video rekomendasi untuk anda:

 
[youtube https://www.youtube.com/watch?v=ip0TI-gXcvc?showinfo=0&w=480&h=270]
 

 

Namun, setelah diteliti terdapat sejumlah kejanggalan. Akhirnya pihaknya berinisiatif memastikan informasi ini ke KPK. Konfirmasi yang dilakukan terkait surat yang dikirim ke staf PUPR maupun kabar pemanggilan Bupati Rijanto.

Kejanggalan yang dimaksud diantaranya nomor surat , mekanisme pengiriman, dan tanpa dilengkapi barcode.

| Baca Juga:  Jadi Tersangka KPK, Supriyono Peroleh Suara Tertingi Dalam Pemilihan Caleg

“Karena ada sejumlah kejanggalan, akhirnya tim khusus Pemkab Blitar berkomunikasi dengan salah satu pejabat KPK. Dari komunikasi itu, kami dapat penjelasan tentang mekanisme dan prosedur surat pemanggilan kepada pejabat publik. Dengan hasil konsultasi, klarifikasi, komunikasi dan konfirmasi tadi, kami duga surat ini palsu,” ungkap Puguh Imam Susanto.(*)

Reporter: Ana Alana
Editor: Linda Kusuma