Beranda Pemerintahan KAI Daop VII Madiun Temukan Ratusan Jalur Tikus Yang masih Digunakan

KAI Daop VII Madiun Temukan Ratusan Jalur Tikus Yang masih Digunakan

BERBAGI
salah satu jalur alternatif yang masih digunakan masyarakat.(foto:firmanto imansyah)

Tulungagung, AGTVnews.com – Jalur tikus merupakan sebutan yang biasa diberikan untuk jalur rel terbuka yang sering digunakan masyarakat sebagai jalur alternatif. Keberadaannya dianggap penting bagi masyarakat karena dianggap sebagai jalur yang bisa mempersingkat waktu.

Menurut Senior Manager Pengamanan Kereta Api Daop VII Madiun, Endra Harahap berdasarkan data yang dimilikinya, saat ini ada lebih dari 336 jalur tikus di sepanjang rel yang ada dibawah kewenangannya. 220 jalur masih aktif digunakan masyarakat sebagai jalur alternatif, dan belum ditutup.

“Ada 200an yang masih aktif digunakan sampai sekarang,” ujarnya, Kamis (11/10/2018)

Pihaknya yakin jumlah tersebut masih sangat bisa bertambah. Mengingat itu data sepihak yang dimilikinya bersama dengan unit jalan dan jembatan dinas perhubungan di masing masing wilayah. “bisa saja bertambah, itukan data dari kita” lanjutnya.

|video rekomendasi untuk anda:

 

 

 

Salah satu yang masih aktif dan mendapat perhatian adalah jalur tikus di wilayah desa Plosokandang kecamatan Kedungwaru. Tepatnya di belakang salah satu perguruan tinggi IAIN Tulungagung.

| Baca Juga:  Gelar Pengobatan Gratis, KAI Sulap Gerbong Menjadi Klinik

Jalur tersebut setiap hari digunakan oleh masyarakat dan mahasiswa, meski beberapa kali tercatat di lokasi tersebut pernah terjadi kecelakaan yang mengakibatkan korbannya meninggal dunia.

Jalur tersebut dipilih oleh pengguna jalan, sebab dengan melintasi jalan tersebut maka pengguna jalan bisa mempersempit jarak tempuh sepanjang 4 kilometer dibandingkan dengan menempuh rute normal.

Menanggapi hal ini, Kasi Lalu lintas, Angkutan dan Jalan UPT Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Farid Susanto mengatakan, untuk membuka akses jalan perlintasan yang melewati jalur kereta api maka harus ada koordinasi dengan pemerintah daerah setempat.

“Untuk perlintasan di belakang IAIN mungkin bisa diusulkan oleh IAIN sebagai lembaga yang banyak mengakses jalan tersebut. Mengingat akses tersebut sebagian besar digunakan mahasiswanya, maka bisa diusulkan bahkan bisa juga dengan swadaya masyarakat tentu atas seijin KAI dan pemerintah daerah,” tegasnya.

Seringkali terjadi kecelakaan kereta api, yang mengakibatkan korbannya meninggal dunia. Saat melintas di jalur tikus yang tentunya tanpa palang pintu tersebut.(*)

Reporter: Firmanto Imansyah
Editor: Linda Kusuma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here