Beranda Peristiwa Kapal Bersandar, 3 ABK Asal Tulungagung Ini Jadi Korban Gempa Tsunami Sulawesi...

Kapal Bersandar, 3 ABK Asal Tulungagung Ini Jadi Korban Gempa Tsunami Sulawesi Tengah

BERBAGI
Sri Supeni menunjukkan foto anaknya yang menjadi korban gempa tsumani Sulteng.(foto:firmnato imansyah)

AGTVnews.com – Kisah sedih bencana alam di Sulawesi Tengah khusunya Palu dan Donggala tidak hanya menjadi cerita masyarakat sekitar saja. Tiga anak buah kapal (ABK) asal Tulungagung ternyata turut menjadi korban dalam peristiwa memilukan tersebut.

Hera Bakti Sulistya (29 tahun) warga Desa Sobontoro Kecamatan Boyolangu Tulungagung, Prilla Wibawa (27 tahun) warga kelurahan Karangwaru kecamatan Tulungagung dan Lukman warga desa Tiudan Kecamatan Gondang merupakan 3 ABK dari satu perusahaan di bidang transportasi laut, yang saat gempa terjadi sedang sandar di Kota Palu.

Lukman menjadi satu-satunya dari ketiga ABK tersebut yang saat ini sudah ditemukan dalam kondisi selamat namun masih dalam keadaan trauma dan belum bisa diajak untuk berkomunikasi. Sedangkan 2 ABK lainnya yakni Hera Bakti dan Prilla Wibawa masih belum ditemukan.

Orang tua Hera Bhakti yang ditemui tim liputan di rumahnya, berharap segera ada kabar baik dari tim yang melakukan pencarian korban gempa di Palu dan Donggala.

|video rekomendasi untuk anda:

 

 

Ibu Hera Bhakti, Sripeni yang tak kuasa menahan tangisnya menceritakan bahwa sehari sebelum bencana melanda Palu, putranya sempat menghubunginya melalui telpon dan mengabarkan keadannya yang baru saja bersandar di Kota Palu.

| Baca Juga:  Alunan Keroncong di Kota Blitar Bentuk Solidaritas Untuk Korban Gempa Palu-Donggala

“Kamis itu telpon katanya sudah ada di Palu, sudah itu saja ndak banyak yang disampaikan,” ujarnya, Rabu (10/10/2018).

Hera Bhakti yang bekerja di dunia pelayaran sejak 9 tahun yang lalu dikenal sebagai pribadi yang ramah dan supel. “Anaknya baik, temannya juga banyak,”imbuhnya.

Sejak bergabung dengan perusahaan yang saat ini, putranya memiliki rute pengiriman barang dari Kalimantan ke Sulawesi tengah dan sebaliknya maka tak heran jika putranya mengabarkan baru sandar di Kota Palu.

Sripeni yakin sampai saat ini anak sulungnya tersebut masih hidup namun berada di lokasi yang belum bisa dideteksi atau dijangkau oleh tim penyelamat, sehingga belum bisa dievakuasi.

“Rencananya itu Oktober ini dia mau pulang, saya masih yakin anak saya masih hidup tapi ada di lokasi yang belum bisa dijangkau oleh tim penyelamat,”pungkasnya.(*)

Reporter: Firmanto Imansyah
Editor: Linda Kusuma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here