Beranda Hukum Kriminal Karo Rena Polda Jatim Jenguk Korban Pengeroyokan Oknum PSHT

Karo Rena Polda Jatim Jenguk Korban Pengeroyokan Oknum PSHT

BERBAGI
Karorena Polda Jatim saat menjenguk korban penganiayaan oknum psht.(foto:firmanto imansyah)

Tulungagung, AGTVnews.com – Kasus pengrusakan dan pengreyokan yang terjadi di Desa Suruhan Lor Kecamatan Bandung Kabupaten Tulungagung menjadi perhatian banyak pihak. Salah satunya Polda Jawa Timur.

Pejabat Utama Polda Jatim, Karo Rena Polda Jatim Kombespol Achmad Yani dan tim memberikan perhatian khusus dengan menjenguk korban penganiayaan tersebut.

Berdasarkan pantauan tim liputan, Karorena Polda Jatim Kombes Pol Achmad Yani dengan dikawal Wakapolres Tulungagung Kompol Andik Gunawan datang ke ruang rawat inap Cempaka IV yang ada di RSUD dr Iskak Tulungagung untuk mengunjungi Eka Andi (31 tahun) warga desa Suruhan Lor Kecamatan Bandung, Rabu (10/10/2018).

Eka Andi adalah salah satu korban yang mengalami penganiayaan paling parah akibat aksi anarkis oknum PSHT pada minggu dinihari yang lalu. Eka Andi sempat tak sadarkan diri usai dikeroyok namun saat ini kondisinya sudah membaik dan bisa diajak berkomunikasi.

| Baca Juga:  Serempetan Mobil Dan Motor Berujung Pengeroyokan

|video rekomendasi untuk anda:

 
[youtube https://www.youtube.com/watch?v=_nSxYT9h3G8?showinfo=0&w=480&h=270]
 

 

Usai menjenguk korban, Kombes Pol Ahmad Yani tidak banyak memberikan komentar. Dirinya memastikan tujuannya ke Tulungagung untuk memantau pelaksanaan Operasi Mantap Brata menjelang Pileg dan Pilpres yang saat ini dilakukan oleh Polres di seluruh wilayahnya.

“Ini untuk operasi Mantap Brata persiapan pileg dan pilpres,” ujar Pol Ahmad Yani.

Pihaknya tidak menampik jika bersama dengan tim mendatangi TKP lokasi pengeroyokan di desa Suruhan Lor kecamatan Bandung, namun dirinya membantah melakukan olah TKP. “Kemarin cuman mampir kok,”lanjutnya.

| Baca Juga:  Pemuda di Tulungagung Dianiaya Gerombolan Berpakaian Hitam

Dirinya juga enggan menjelaskan kondisi terakhir korban, bahkan meminta awak media untuk melihat sendiri kondisinya di ruang rawat inap. “Nanti bisa dilihat sendiri kondisinya bagaimana,” tuturnya.

Sementara itu saat ditanya terkait kelanjutan pengusutan kasus anarkis oknum PSHT di Tulungagung, dirinya enggan menjawab dan menyerahkannya kepada Wakapolres Tulungagung selaku pihak yang bertanggung jawab atas wilayah kabupaten Tulungagung.

“Nanti nanya ke penguasa wilayah ini pak Waka,” pungkasnya.

Sebelunya kepolisian resort Tulungagung sudah memeriksa 20 saksi, dan mengantongi beberapa naman yang diduga sebagai pelaku aksi pengrusakan dan pengeroyokan.(*)

Reporter: Firmanto Imansyah
Editor: Linda Kusuma