Beranda Peristiwa Kemarau Terus Berlangsung, BPBD Blitar Droping Air Hingga Akhir November

Kemarau Terus Berlangsung, BPBD Blitar Droping Air Hingga Akhir November

BERBAGI
droping air bersih yang dilakukan BPBD Kab.Blitar di salah satu wilayah terdampak kekeringan.(foto:ist)

AGTVnews.com – Kemarau panjang di Kabupaten Blitar masih terus berlangsung. Kondisi ini menjadikan jadwal droping air bersih ke wilayah terdampak kekeringan di Kabupaten Blitar diperpanjang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar Heru Irawan mengatakan, droping air bersih dimungkinkan masih akan terus dilakukan hingga akhir November.

Hal ini sesuai dengan informasi yang diterima BPBD dari
Badan Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika (BMKG) terkait musim kemarau yang diperkirakan baru akan berakhir November.

“Saat ini masih terus dilakukan droping air bersih. Droping air ini tidak akan berhenti sampai turun hujan. Melainkan akan dilakukan hingga sumber air di wilayah setempat kembali memancar. Biasanya memang begitu hujan turun sumber mata air tak langsung memancar,” jelas Heru Irawan, Rabu (10/10/2018).

|video rekomendasi untuk anda:

Sementara itu, terkait anggaran pengadaan air bersih, Heru menjelaskan anggaranya bersifat fleksibel. Anggaran ini melekat dengan anggaran pengadaan lainya sehingga saat terjadi kemarau berkepanjangan tetap ada anggaran untuk pengadaan air bersih.

“Jadi meskipun kemarau berkepanjangan anggaran tetap ada untuk pengadaan air bersih. Dengan demikian dampak kemarau panjang tidak sampai dirasakan hingga menyebabkan kekeringan parah,” jelas Heru.

| Baca Juga:  Kemeriahan Malam Final Pemilihan Gus Jeng Kabupaten Blitar

Heru menambahkan, kemungkinan terburuk jika terjadi pembengkakan anggaran adalah dengan mengajukan anggaran ke Provinsi. Dana dari Provinsi ini sifatnya siap pakai sehingga bisa diajukan kapan saja.

Lebih lanjut heru menuturkan, sebenarnya BPBD dapat mengajukan anggaran untuk solusi jangka panjang dampak kekeringan yang terjadi setiap tahun di Kabupaten Blitar ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Namun, saat ini BPBD masih mengalami kendala personel yang akan mengelola anggaran tersebut.

“Dalam pengajuan harus ada personel yang nantinya akan mengelola. Namun sejauh ini kami masih kekurangan personel sehingga solusi jangka panjang itu belum bisa dilakukan,”jelasnya.

Saat kemarau panjang terjadi, di Kabupaten Blitar ada lima kecamatan yang menjadi langganan ancaman kekeringan. Lima kecamatan tersebut diantaranya Bakung, Wonotirto, Panggungrejo, Binagun dan Wates.

“Untuk Blitar selatan ada 19 desa di 5 kecamatan yang mengalami kekeringan,” pungkasnya.(*)

Reporter: Ana Alana
Editor: Linda Kusuma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here