Beranda Hukum Kriminal Oknum ASN OTT Resmi Ditahan, Bupati : Kita Hormati Proses Hukum

Oknum ASN OTT Resmi Ditahan, Bupati : Kita Hormati Proses Hukum

BERBAGI
Bupati Blitar, Rijanto (Foto: Ana Alana)

Blitar, AGTVnews.com – Dua oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) tim saber pungli Polres Blitar resmi ditahan. Keduanya diketahui sebagai Camat Kanigoro, MH dan seorang Kasi berinisial SS.

Menanggapi hal ini Bupati Blitar Rijanto mengatakan jika pihaknya menghormati proses hukum terhadap keduanya. Ia juga menyarankan agar kedua oknum ini memberi keterangan yang benar terkait kasus yang membelit keduanya.

“Kami tidak tahu kejadianya seperti apa. Namun kita menghormati proses hukum dengan mengedepankan azas praduga tidak bersalah. Harapan kami, keduanya memberi keterangan yang sebenar-benarnya pada polisi,” ungkap Rijanto, Rabu (25/10/2018).

Sementara itu secara terpisah Kapolres Blitar AKBP Anissullah M Ridha mengungkapkan, meski kedua oknum sudah ditahan, namun pihak kepolisian masih terus mendalami kasus tersebut.

| Baca Juga:  Tidak Pakai Helm, Ibu Ini Malah Ngamuk Saat Dihentikan Polisi

|Simak video berita terkait:

[youtube https://www.youtube.com/watch?v=iUOJ8A-8Hzo?showinfo=0&w=480&h=270]

Petugas meminta keterangan sejumlah saksi kasus pungli biaya pemecahan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) tersebut. Meski demikian. pihaknya belum menemukan indikasi adanya pelaku lain.

“Ini kan tertangkap tangan. Jadi kita fokus ke pelaku-pelaku yang terjaring OTT. Kita belum memeriksa aliran-aliran dana yang lain. Kita tidak bicara kemungkinan. Kita bicara fakta bahwa saat OTT uang itu ada di tangan kedua tersangka,” ungkap Anis.

Menurut Anis, hingga kini pihaknya juga tidak menerima laporan adanya korban lain. Namun, ia meminta pada masyarakat untuk melapor kepada polisi apabila merasa menjadi korban pungli.

| Baca Juga:  Ibu Pengunggah Isu Penculikan Anak di Blitar Akui Jarang Baca Berita

“Secara resmi belum ada yang melapor. Kalau memang ada yang merasa dirugikan atas kasus yang sama oleh keduanya, ya silahkan melapor ke kita,” imbuh Anis.

Sebelumnya dua oknum ASN Pemkab Blitar, yakni camat Kanigoro dan Kasinya diamankan dalam OTT di Kantor Kecamatan Kanigoro, Kamis (18/10/2018). Kedua ASN ini meminta sejumlah uang jasa untuk mengurus SPPT dan pemecahan dari surat induk.

OTT ini berawal dari laporan beberapa warga yang merupakan saudara kandung. Mereka tengah mengurus pecah sertifikat tanah milik orang tuanya. Namun mereka dimintai tarikan uang yang tidak sesuai peraturan dari pengurusan surat tanah, sebesar Rp 15 juta.(*)

 

Reporter: Ana Alana
Editor: Linda Kusuma