Beranda Pemerintahan Potensi Ekonomi Kota Kediri Semakin Meningkat

Potensi Ekonomi Kota Kediri Semakin Meningkat

BERBAGI
walikota Kediri Abdullah Abu Bakar

AGTVnews.com – Kota Kediri merupakan sebuah kota dengan luas wilayah hanya 63,40 kilometer persegi dengan jumlah penduduk sebesar 291.893 jiwa. Namun demikian potensi penduduk yang datang di Kota Kediri mencapai 1,5 – 2 juta jiwa per hari.

Memiliki program pengendalian inflasi yang bagus, menjadikan Kota Kediri mendapat penghargaan TPID Terbaik se-Jawa Bali tahun 2017. Di tahun 2018 pada bulan Mei dan Agustus Kota Kediri mengalami deflasi sebesar -0,17% dan -0,10%.

Berbagai potensi Kota Kediri tersebut dipaparkan walikota dalam acara Economic Outlook 2019 di Ruang Kilisuci Grand Surya mengatakan, Sabtu (13/10/2018). Dalam kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber lainnya diantaranya Prof.Dr.Candra Fajri Ananda, MSc yang merupakan Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya.

“Jadi Kota Kediri adalah kota kecil namun punya banyak penyangga, salah satunya di sektor industri. Selain itu ada satu penyangga lain adalah tingkat inflasi yang rendah ini di sektor pasar. Kita punya pasar grosir yang menyuplai barang di Kalimantan dan Suraya bahkan ada yang diekspor,” jelasnya mas Abu sapaan walikota Kediri.

| Baca Juga:  Gelar Sidang Paripurna, Pemkot Kediri Akan Tata Perumahan Dengan Regulasi

|video rekomendasi untuk anda:

 

[youtube https://www.youtube.com/watch?v=ejlwbHKWMsY?showinfo=0&w=480&h=270]
 

 

Menurut mas Abu di tahun 2017, PDRB Kota Kediri mencapai 116 trilyun sedangkan PDRB tanpa industri pengolahan tembakau hanya 24 trilyun. Untuk meningkatkan PDRB tanpa industri tembakau yang harus didorong adalah sektor baru yakni industri kreatif.

“Teman-teman perbankan harus perhatikan ini dengan membantu memberi modal pada UMKM. Kita di pemerintah memiliki anggaran yang cukup terbatas dan hanya bisa memberikan stimulus pada mereka,” ujarnya.

Untuk mendorong UMKM, Pemkot Kediri mengadakan berbagai macam kegiatan diantaranya, Car Free Night, Food Fest, Bazarku Bazarmu serta Mahakarya Kediri. Hal ini agar UMKM Kota Kediri bisa memamerkan produknya.

Tidak hanya itu, Pemkot Kediri juga mendatangkan desainer ternama untuk lebih mengangkat potensi kain tenun ikat Kediri, serta kerjasama dengan Bukalapak untuk marketing secara online.

| Baca Juga:  Walikota Kediri Tinjau Bantuan Warga Kota Kediri di Kantor Dinas Sosial

“Saya juga minta bank untuk membantu UMKM yang belum bankable. Bank jatim bisa membantu dengan sistem student loan. Dengan cara tersebut nantinya mahasiswa dan calon mahasiswa menjadi terbantu dan akan lebih produktif saat kuliah,” imbuhnya.

Selain itu, Pemkot Kediri juga melakukan penyederhanaan perizinan dari 153 menjadi 56, serta mempermudah layanan perizinan yang bisa dilakukan secara online melalui Kediri Single Window for Investment dan setelah selesai perizinan online tersebut akan dikirim melalui pos.

“Realisasi investasi di Kota Kediri mencapai 717 milyar,” ungkapnya.

Pada kesempatan ini, Mas Abu juga menyampaikan program unggulan Kota Kediri yakni Prodamas, pembangunan infrastruktur seperti Satu Kelurahan Satu Taman, RSUD Gambiran Politeknik Kota Kediri, Pasar Setono Betek dan penyelesaian Jembatan Brawijaya.

Di akhir acara, terdapat penyerahan plakat dari Bank Jatim Cabang Kediri kepada Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar.(*)

Advetorial Humas Pemkot Kediri