Beranda Hukum Kriminal Polisi Benarkan Salah Satu Komisioner Bawaslu Berstatus Tersangka

Polisi Benarkan Salah Satu Komisioner Bawaslu Berstatus Tersangka

BERBAGI
kantor Bawasalu Kabupaten Blitar. (foto:ana alana)

AGTVnews.com – Dugaan adanya salah satu komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawslu) Kabupaten Blitar yang tersandung kasus korupsi, dibenarkan oleh Satreskrim Polres Blitar.

Menurut kasatreskrim polres Blitar, AKP Rifaldhy Hangga Putra, salah satu komisioner Bawaslu Kabupaten Blitar, tersangkut kasus dugaan korupsi Bansos Kementrian Koperasi untuk revitalisasi Pasar Tumpang Talun. Kasus yang ditanganinya itu, saat ini sudah diserahkan ke kejaksaan Negeri Blitar.

“Benar salah satu yang ditetapkan sebagai tersangka adalah EN yang saat ini bertugas sebagai komisioner Bawaslu. Dan saat ini berkas sudah diserahkan kepada Kejaksaan Negeri Blitar untuk diperiksa sebelum P21,” jelas Kasatreskrim Polres Blitar AKP Rifaldhy Hangga Putra, Senin (8/10/2018).

| Baca Juga:  Pesta Miras Bareng, Laki-laki di Blitar Tega Tusuk Temannya

Dalam kasus ini, lanjut Rifaldhy, komisioner Bawaslu Kabupaten Blitar berinisial EN tidak masuk dalam struktur organisasi koperasi. Namun, EN adalah tim pelaksana dalam revitalisasi pasar Tumpang Talun. saat ini proses hukum EN masih terus berjalan hingga nanti dinyatakan P21 oleh Kejaksaan Negeri Blitar.

|video rekomendasi untuk anda:

[youtube https://www.youtube.com/watch?v=ePQdXuqOTiQ?showinfo=0&w=480&h=270]

“Terhadap yang bersangkutan tidak dilakukan penahanan walaupun statusnya sebagai tersangka. Karena selama ini EN menunjukan sikap kooperarif saat dimintai keterangan,” jelasnya.

Terpisah ketua Bawaslu Kabupaten Blitar Hakam Sholahudin mengatakan pihaknya menghormati proses hukum yang tengah berjalan.

| Baca Juga:  Kepergok, Pencuri Kayu Malah Tinggalkan Mobil Pick Up

Meski demikian, pihaknya tetap memegang prinsip asas praduga tidak bersalah. Karena belum ada putusan hukum tetap atau incrah. Status EN di Bawaslu Kabupaten Blitar sendiri saat ini masih aktif sebagai anggota Bawaslu periode 2018 – 2023.

“Kami hormati proses hukumnya, namun juga berprinsip pada asas praduga tak bersalah. Sambil menunggu arahan dari Bawaslu Jatim. Kami juga selalu berkomunikasi dengan kepolisian terkait perkembangan kasus,” paparnya.(*)

Reporter: Ana Alana
Editor: Linda Kusuma