Beranda Hukum Kriminal Ditipu Calon Besan, Warga Boyolangu Kehilangan Rumah dan Mobil

Ditipu Calon Besan, Warga Boyolangu Kehilangan Rumah dan Mobil

BERBAGI
sebagian bangunan milik Tutut yang dilelang.(foto:Firmanto Imansyah)

Tulungagung, AGTVnews.com – Apes nasib yang dialami Tutut Sriwidya Astuti (63 tahun) warga desa Boyolangu kecamatan Boyolangu Tulungagung. Wanita ini harus kehilangan mobil dan sebagian rumah miliknya.

Menurut Tutut, kesialan yang dialaminya bermula sekitar tahun 2011. Saat itu Acik Kusniah teman dekatnya sekaligus calon besannya, mendatangi dan mengeluhkan masalah finansial yang dihadapinya.

Akhirnya Tutut yang berupaya membantu hanya bisa menyerahkan sertifikat atas namanya dan sebuah mobil untuk menyelesaikan masalah finansial yang dialami Acik.

Ternyata tanpa sepengetahuannya, sertifikat tersebut langsung dibalik namakan atas nama Acik. Tidak hanya berhenti pada proses balik nama, Acik langsung menjaminkannya ke salah satu bank dengan pinjaman sebesar Rp 45 juta rupiah.

|video rekomendasi untuk anda:

 

 

“Tahu-tahu namanya sudah menjadi milik Acik. Janjinya tahun depan akan dibalik nama lagi menjadi nama saya, eh malah dipinjamkan uang ke PNM,” keluhnya, Jumat (2/11/2018).

Tutut menjelaskan, setelah itu Acik seperti menghilang dan tidak pernah mengangsur pinjamannya. Kontan saja pihak bank akhirnya melakukan pelelangan atas objek yang dijaminkan yakni tanah dan bangunan seluas 160 meter persegi di Desa Boyolangu kecamatan Boyolangu Tulungagung.

“Akhirnya Acik saya laporkan ke polisi untuk kasus penggelapan mobil dan saat ini sudah divonis 14 bulan untuk yang kasus penggelapan mobil,” lanjutnya.

Kemudian sekitar tahun 2013 yang lalu, obyek yang dilelang oleh pihak Bank tersebut dimenangkan oleh Sumiran, Warga kecamatan Bandung yang memenangkan lelang seharga Rp 60 juta.

| Baca Juga:  Tawarkan Pekerjaan, Wanita Cantik Ini Ternyata Tukang Tipu

Tutut mengaku tidak tinggal diam dengan kondisi ini, pihaknya berupaya membeli lagi objek tanah dan bangunan tersebut dengan harga lebih tinggi mencapai Rp 160 juta. Namun pemenang lelang bersikeras enggan menjualnya kembali.

Tidak hanya itu saja, jalur hukum untuk mendapatkan objek tersebut juga dilakukan, bahkan hingga ke Mahkamah Agung namun tetap saja pemenang lelang memiliki hak untuk menguasai lahan dan bangunan tersebut.

“Sudah saya coba beli lagi, saya tawar mulai Rp 125 juta terus saya naikkan menjadi Rp 160 juta tapi tetap saja tidak mau, proses hukum juga saya lakukan,” tegasnya.

Kini Tutut hanya bisa pasrah dan berharap pemenang lelang mau memberikan akses jalan bagi dirinya, mengingat di belakang objek yang hari ini di eksekusi tersebut masih berdiri rumah yang sehari hari masih ditinggalinya.

Sementara itu juru sita Pengadilan Negeri Tulungagung, Supiyadi mengatakan eksekusi yang dilakukan kali ini merupakan permohonan Sumiran selaku pemenang lelang, yang telah mendaftarkan permohonan eksekusinya sejak bulan Juli yang lalu. “Selanjutnya Ketua PN memerintahkan eksekusi,” ujarnya.

Karena ada dua sertifikat dalam satu bangunan tersebut, maka pihaknya hanya mengeksekusi bagian depan bangunan seluas 160an meter persegi, dengan lebar muka 8 meter dan panjang 20 meter sedangkan bangunan dibelakangnya tetap sah sebagai bangunan milik pemilik lama.

“Bagian depan ini milik pemenang lelang, Sumiran dan bagian belakang milik Tutut,” pungkasnya.(*)

 

Reporter: Firmanto Imansyah
Editor: Linda Kusuma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here