Beranda Peristiwa Longsor Terjang 6 Titik di Tulungagung

Longsor Terjang 6 Titik di Tulungagung

BERBAGI
Salah satu rumah warga di Kecamatan Pagerwojo Tulungagung yang menjadi korban tanah longsor. (foto: firmanto imansyah)

AGTVnews.com – Hujan deras yang terjadi sepekan terakhir menyebabkan longsor di 6 titik di Kabupaten Tulungagung, Jumat (30/11/2018). Titik longsor tersebar di Kecamatan Pagerwojo dan Sendang.

Kepala BPBD Tulungagung, Soeroto mengatakan, wilayah Kecamatan Pagerwojo merupakan wilayah rawan longsor karena kondisi geografisnya. Kondisi diperparah minimnya tanaman kayu di lokasi tersebut sehingga memudahkan tanah mengalami pergeseran dan tergerus air menjadi longsor.

“Kita terima datanya ada 6 titik longsor di wilayah Kecamatan Pagerwojo. Rinciannya di Desa Penjor, Pagerwojo dan Gondanggunung, tapi tidak ada korban jiwa,” ujarnya.

| Baca Juga:  Atasi Serangan Ulat Bulu, Dinas Pertanian Semprot Insektisida

Soeroto menjelaskan, pihaknya telah melakukan pendataan jumlah kerugian material akibat kejadian ini. Sampai saat ini terpantau 2 rumah warga mengalami kerusakan, yakni pada tembok bagian belakang.

| simak video berita ini:

Untuk wilayah lainnya tidak ditemukan adanya kerusakan material, namun di beberapa titik ada sebagian jalan yang amblas karena bencana ini, dan saat ini masih dalam tahap penanganan.

“Ada 2 rumah yang rusak itu data yang kita peroleh, tepatnya pada dinding bagian belakang rumah, jadi dindingnya ambrol terkena longsoran,” lanjutnya.

| Baca Juga:  Dinas Kesehatan Tulungagung Temukan Takjil Mengandung Boraks dan Rodamin

Untuk rumah yang rusak, pihaknya bersama dengan TNI, Polri, pemerintah desa dan masyarakat akan mengupayakan pembersihan sisa longsoran kemudian mengupayakan perbaikan dinding yang rusak.

“Bentuk bantuannya kita pagi ini membersihkan lokasi, bersama Polri, TNI, dan Pemerintah Desa termasuk warga. Kemudian untuk pembangunan dinding yang roboh, kita bantu material sesuai kebutuhannya,” pungkas Soeroto.

Pihak BPBD Tulungagung menghimbau warga yang tinggal di daerah pegunungan untuk mewaspadai ancaman longsor memasuki musim penghujan.(*)

Reporter: Firmanto Imansyah
Editor  : Yusuf Saputro