Beranda Peristiwa Rumah Terbakar, Lansia Ini Tewas Terpanggang

Rumah Terbakar, Lansia Ini Tewas Terpanggang

BERBAGI
kondisi rmah korban yang terbakar habis.(foto:ist)

Blitar, AGTVnews.com – Seorang kakek, Kasiran (80 tahun) warga DEsa Sumberjo RT 1 RW 01 Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar ditemukan tewas terpanggang didalam rumahnya, sekitar pukul 03.00 wib, Minggu (25/11/2018).

Menurut Kasatreskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono, kejadian berawal saat rumah korban yang terbuat dari bambu dan kayu terbakar.

Diduga saat kejadian korban tidak bisa menyelamatkan diri karena sudah renta. Diketahui korban juga memiliki keterbataasan fisik sehingga tidak bisa bergerak reflek dan juga berkurang pendengarannya.

“Kejadian tersebut pertama kali diketahui tetangga korban, Son Haji. Saksi yang akan ke kamar mandi tersebut melihat cahaya merah yang mirip api dari rumah korban. Saat diperiksa ternyata api sudah membesar di rumah korban,” jelas Heri.

| Baca Juga:  Ditinggal ke Pasar, Rumah di Kediri Habis Terbakar

|video rekomendasi untuk anda:

 

 

Heri menambahkan, mengetahui kejadian tersebut warga sekitar langsung berusaha memadamkan api, serta menghubungi keluarga korban.

“Setelah api padam diketahui korban masih berada di dalam rumah. Saat ditemukan kondisi korban sudah meninggal dunia. Kejadian ini kemudian dilaporkan ke pihak desa dan dilanjutkan ke Polsek Sanankulon,”ucap Heri.

Diketahui, selama ini korban tinggal sendiri di rumah, tidak ada keluarga yang menemani. Anak korban diketahui berada di Sumatra dan sudah tidak pernah mengurus korban.

| Baca Juga:  Lupa Saat Panasi Sayur, Rumah di Kediri Ludes Terbakar

Untuk hidup sehari-hari korban tergantung dari uluran tangan tetangganya. Selama ini rumah korban juga tidak dialiri listrik sehingga untuk penerangan sehari-hari hanya mengandalkan cahaya lilin dan lampu teplok.

“Banyaknya perabot yang terbuat dari kayu menjadikan api dengan cepat membesar. Keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah, dan tidak akan menuntut pihak mana pun.

Selanjutnya keluarga korban membuat surat pernyataan untuk menolak dilakukan otopsi dan disaksikan perangkat desa,” imbuhnya.(*)

Reporter: Ana Alana
Editor: Linda Kusuma