Beranda Peristiwa Waspada, Virus Bermutasi Gejala Pelana Kuda Demam Berdarah Tersamarkan

Waspada, Virus Bermutasi Gejala Pelana Kuda Demam Berdarah Tersamarkan

BERBAGI
Kepala Bidang Pencegahan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Krisna Yekti.(foto:ist)

Blitar, AGTVnews.com – Gejala munculnya Demam Berdarah Dengue (DBD) saat ini mengalami perubahan. Saat ini penderita DBD cukup sulit terdeteksi pasalnya unculnya gejala pelana kuda saat ini sudah sulit terdeteksi.

Beberapa orang tua yang anaknya menderita DBD menderitakan bila anaknya tidak lagi mengalami demam tinggi dan munculnya bintik merah.

Hal ini seperti diceritakan beberapa orang tua yang anaknya menderita DBD, tanpa disertai gejala umum yang mudah dikenali. gejala umum tersebut diantaranya adanya bintik merah serta demam tinggi.

“Anak saya awalnya gak mengeluh apa-apa, paginya masih sarapan lalu sekolah seperti biasa. Tidak demam dan tidak ada bintik merah di kulit tiba-tiba di sekolahan mimisan. Tanpa pikir panjang langsung saya bawa ke rumah sakit, ungkap Purwati, salah satu warga Kabupaten Blitar  Sabtu (3/11/2018).

|video rekomendasi untuk anda:

Purwanti menambahkan, “setelah dilakukan pemeriksaan di rumah sakit  dan di cek ternyata trombositnya sudah turun,” imbuhnya.

Hal senada juga diungkapkan Ahmad Ghozali, anaknya yang baru berusia 5 tahun tiba-tiba nafsu makannya turun. Sementara kondisinya lemas dan sering muntah. Tanpa pikir panjang ia langsung membawa anaknya ke rumah sakit untuk menjalani perawatan medis.

“Gejalanya memang bukan seperti DBD. Saya kira muntaber, karena anak saya sudah makan tanpa pikir panjang langsung saya bawa ke rumah sakit,” papar warga Kecamatan Kanigoro ini.

Dikonfirmasi hal ini Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar melalui sambungan telepon membenarkan jika memang gejala panas tinggi dan bintik merah tersamarkan.

| Baca Juga:  Kasus Demam Berdarah Kabupaten Blitar Peringkat Kedua se-Jawa Timur

Kepala Bidang Pencegahan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Krisna Yekti mengatakan, gejala awal DBD pada umumnya adalah demam tinggi, mual, muntah, pusing, bintik merah serta pendarahan seperti mimisan, namun saat ini gejala itu kadang-kadang tidak nampak.

“Kalau sekarang memang ada sebagian penderita yang tidak nampak gejalanya. Misalnya anak tidak panas hanya sedikit lesu tiba-tiba syok. Hal seperti ini yang ditakutkan. Untuk itu orang tua harus lebih aktif jika anak mengalami gangguan kesehatan.

Terutama jika dalam dua hingga tiga hari gejala yang dialami tak mereda cepat periksa laboratorium. Dengan tes lab akan diketahui penurunan trombositnya. Dan jangan pindah-pindah pengobatan,” jelas Krisna Yekti.

Tidak nampaknya gejala awal DBD ini diduga karena ada mutasi gen pada virus dengue yang menyebabkan deteksi awal DBD tidak lagi seperti pola pelana kuda. Selain itu, yang perlu diwaspadai siklus hidup nyamuk Aedes Aegypti juga telah berubah karena pengaruh musim dan kebal obat fogging.

“Selain tanggap jika mengalami masalah kesehatan yang mengarah pada gejala DBD, himbauan yang tak henti-hentinya adalah tindakan pencegahan dengan menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal,” tegasnya.

Sekedar diketahui selama 10 bulan di tahun 2018, sebanyak 250 orang di Kabupaten Blitar terjangkit DBD. Dari jumlah ini berdasarkan data Dinkes, enam diantaranya meninggal dunia.(*)

Reporter: Ana Alana 
Editor: Linda Kusuma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here