Beranda Hukum Kriminal Aniaya Kakak Kandung Dengan Palu, Pria di Blitar Mengaku Puas

Aniaya Kakak Kandung Dengan Palu, Pria di Blitar Mengaku Puas

BERBAGI
Suparji (52 tahun) pelaku penganiayaan terhadap kakak kandungnya. (Foto: Ana Alana)

AGTVnews.com – Seorang laki-laki paruh baya, Suparji (52 tahun) warga Desa Sumber Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar diamankan unit satreskrim Polres Blitar Kota karena tega menganiaya kakak kandungnya dengan palu. Rumini (64 tahun), kakak korban mengalami luka cukup parah di bagian kepalanya akibat hantaman palu milik pelaku.

Dihadapan petugas, pelaku justru mengaku puas berhasil menganiaya kakaknya. Pelaku mengaku kesal kepada korban karena sering memarahi tanpa sebab.

Kasatreskrim Poles Blitar Kota AKP Heri Sugiono mengatakan, pelaku ini memukul kepala korban dengan palu yang biasanya digunakan untuk membuat anyaman bambu (bethek).

Saat itu pelaku menanyakan korban terkait pagar bambu di belakang rumah pelaku. Belum dijawab oleh korban, pelaku langsung mengayunkan palu berkali-kali ke kepala korban.

| Baca Juga:  Panik Uang di ATM Hilang Rp 8,5 Juta, Ternyata Dibobol Pembantu

|Video rekomendasi untuk anda:

 

Korban yang sudah terluka cukup parah, kemudian lari ke rumah ketua RT setempat untuk mencari perlindungan. Selanjutnya korban didampingi ketua RT setempat melaporkan kejadian ini ke Polsek Sanankulon.

“Tersangka merasa sering mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari korban. Sehingga pada saat tersangka dan korban sedang terlibat cek-cok, kemudian tersangka melakukan pemukulan menggunakan palu,” AKP Heri Sugiono, Rabu (19/12/2018).

Korban mengalami luka di bagian kepala hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara pelaku langsung diamankan petugas kepolisian di rumahnya. “Korban mengalami luka di kepala dan sempat dirawat di rumah sakit,” paparnya.

| Baca Juga:  Pembobol ATM Bank Jatim di Blitar Diamankan Polres Trenggalek

Sementara itu , dalam press rilis yang digelar di halaman Mapolres Blitar Kota, pelaku mengaku puas telah menganiaya korban. Menurutnya perlakuan tidak menyenangkan yang dilakukan korban sudah dilakukan sejak masih kecil.

“Pakai palu lebih mantap (untuk menganiaya). Kalau tidak teringat itu saudara saya bukan hanya saya aniaya saja,” ungkap Suparji.

Selain pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya sebuah palu besi dengan gagang kayu, pakaian milik korban yang berlumuran darah, dan hasil visum korban. Pelaku dikenakan pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama lima tahun penjara.(*)

Reporter: Ana Alana
Editor  : Linda Kusuma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here