Beranda Hukum Kriminal Berkomplot, Penyiar Radio Asal Pare-pare Sulsel Tipu Warga Blitar

Berkomplot, Penyiar Radio Asal Pare-pare Sulsel Tipu Warga Blitar

BERBAGI
dua pelaku penipuan diangkap petugas. Sementara satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran. (foto: Ana Alana)

AGTVnews.com – Polres Blitar Kota berhasil mengamankan dua orang pelaku penipuan dengan mengaku sebagai jendral polisi. Dari aksi tipu-tipu ini pelaku berhasil mendapatkan uang dari warga Kota Blitar hingga jutaan rupiah.

Kedua pelaku tersebut yakni, Kemal M Tarau (51 tahun) warga Jalan HM Arsyad Kecamatan Soreang, Kota Pare-pare. Dalam pengakuannya pelaku berprofesi sebagai penyiar radio. Sementara satu pelaku lainnya Andi Rio Patarusi (29 tahn) warga Jalan Pongsimpin Kelurahan Mungkajang Kota Paloo.

Ternyata dari hasil penyidikan yang dilakukan petugas, ada satu lagi pelaku yakni Acok Tongeng yang masih dalam pengejaran petugas.

Kapolres Blitar Kota AKBP Adewira Negara Siregar mengatakan, sebelumnya petugas mendapat laporan dari korban Muhammad Syamsuri Sidik (65 tahun), warga Jalan Bali Kelurahan Plosokerep Kota Blitar.

| Baca Juga:  Kandang Puyuh Terbakar Pemilik Rugi Hingga 30 Juta Rupiah

|video rekomendassi untuk anda:

 

Dalam laporanya korban mengaku telah ditipu oleh seseorang yang mengaku jenderal polisi, untuk mentransfer sejumlah uang ke nomer rekening atas nama pelaku Kemal.

“Pelaku menghubungi korban melalui whatsapp dengan foto profil jenderal polisi yang dimaksud. Sementara jendral tersebut juga telah dikenal oleh korban,”ungkap AKBP Adewira Negara Siregar, Senin (24/12/2018).

Adewira menambahkan, saat itu pelaku meminta korban mentransfer uang sebesar Rp 3 juta untuk keperluan membantu orang sakit dan akan dikembalikan kesesokan harinya. Namun setelah ditunggu di hari berikutnya tidak kunjung ada jawaban dari nomer WA tersebut

Atas laporan ini, Satreskrim Polres Blitar Kota langsung melakukan koordinasi dengan Polres Pare-pare karena rekening tujuan korban mentransfer uang berada di Pare-pare. Dari nomer rekening ini pula terungkap identitas kedua pelaku.

| Baca Juga:  Warga Ponorogo yang Tenggelam di Sungai Brantas Blitar Ditemukan

“Ketiga pelaku ini memiliki peran masing-masing. Dengan pelaku utama Acok Tongeng yang saat ini masih dalam pengejaran. Acok Tongeng berperan menghubungi korban melalui whastapp,”jelas Adewira.

“Pelaku Andi ini tugasnya menarik uang dari nomer rekening dan menyerahkan ke Acok. Sedangkan Kemal berperan membuat nomer rekening yang digunakan untuk aksi penipuan ini,” imbuh Adewira.

Kedua pelaku dikenakan pasal 378 KUHP tentang penipuan dan undang-undang ITE dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.

Atas kejadian ini Kapolres Blitar AKBP Adewira Negara Siregar mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya dengan modus penipuan serupa. (*)

Reporter: Ana Alana
Editor: Linda Kusuma