Beranda Hukum Kriminal Nenek Paruh Baya Tewas Diduga Dianiaya Menantunya

Nenek Paruh Baya Tewas Diduga Dianiaya Menantunya

BERBAGI
korban dievakuasi petugas utnuk di otopsi.(foto: Yogi Heru Antono)

Nganjuk, AGTVnews.com – Seorang nenek paruh baya, Siti Munawaroh (65 tahun) warga Desa Banjar Anyar Kecamatan Tanjung Anom Kabupaten Nganjuk ditemukan tewas di dapur rumahnya dengan kondisi luka parah di bagian kepala, Minggu (2/12/2018).

Diduga wanita ini tewas dianiaya menantunya, Sudarsono (40 tahun) yang tinggal tidak jauh dari rumah korban.

Kasatreskrim Polres Nganjuk, AKBP Yogi Ardi Kurniawan mengatakan, korban pertama kali ditemukan oleh anaknya, Amin (38 tahun) yang tinggal di Dusun Pujonmanis Kelurahan Warujayeng Kecamatan Tanjung Anom Kabupaten Nganjuk.

“Jadi awalnya anak korban ini mau mengajak ibunya berjualan lele di pasar. Tapi saat datang menjemput pada pukul 04.30 WIB. Korban ditemukan tewas dengan bagian dahi, mulut dan kepala yang berdarah,” jelas Kasatreskrim.

| Baca Juga:  Wanita Pemilik Pracangan Tewas, Polisi Periksa 3 Saksi

|video rekomendasi untuk anda:

 

 

Kasatreskrim menambahkan, petugas masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui pelaku pembunuhan tersebut.

“Memang sebelumnya dari keterangan beberapa anggota keluarga, menantu korban, Sudarsono, mengancam istrinya yang bekerja di Surabaya agar mau pulang. Jika tidak pulang ibu ibu istrinya akan dibunuh.

“Dari keterangan beberapa anggota keluarga, menantunya ini pernah mengancam istrinya akan membunuh mertuanya kalau istrinya tersebut tidak mau pulang. Kemudian ancaman tersebut diklarifikasi, dan terduga pelaku ini mengaku hanya menggertak saja,” jelas Yogi.

Imbuh Yogi,” kita masih akan lakukan penyelidikan, untuk mencari pelaku sebenarnya. Ini tadi kan masih dugaan saja. nanti kita sampaikan perkembangannya,”tegasnya.

Sementara itu, menurut penuturan adik korban, Mashuri membenarkan jika menantu korban mengancam istrinya akan membunuh ibu mertuanya jika tidak mau pulang ke Nganjuk.

| Baca Juga:  Rekonstruksi Pembunuhan Perempuan Bercadar Diwarnai Isak Tangis

“Iya memang cekcok dengan istrinya. Terus Sudarsono ini mengirim SMS ke istrinya agar pulang. Kalau tidak ibunya akan dibunuh,” ucap Mashuri.

Dari hasil olah Tempat Kejadian perkara (TKP) tim identifikasi dan dokpol Polres Nganjuk mengamankan palu yang diduga untuk menganiaya korban serta pecahan gigi korban.

Kuat dugaan korban tewas akibat hantaman benada tumpul di bagian kepala yakni dahi, pipi dan mulut. Untuk mengamankan TKP petugas memasang garis polisi. Sementara jasad korban di evakuasi ke RS Bhayangkara untuk keperluan otopsi.(*)

Reporter: Yogi Heru Antono
Editor: Linda Kusuma