Beranda Pemerintahan Pemkab Tulungagung Akui Alat Deteksi Tsunami Rusak

Pemkab Tulungagung Akui Alat Deteksi Tsunami Rusak

BERBAGI

AGTVnews.com – Tsunami di selat sunda yang terjadi beberapa hari yang lalu berimbas pada kewaspadaan masyarakat yang ada di sekitar pantai, tak terkecuali dengan masyarakat yang mendiami wilayah pantai pantai yang ada di Tulungagung.

Menyikapi hal ini Kepala BPBD Tulungagung, Soeroto mengatakan selama ini pihaknya terus berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau perkembangan dan informasi terbaru mengenai keadaan laut di Indonesia.

“Kita terus berkoordinasi dengan BMKG, nanti jika ada perubahan status dan perkembangannya, akan kita sampaikan kepada masyarakat,” ujarnya.

Soeroto menjelaskan, tsunami yang terjadi di Selat Sunda merupakan imbas dari aktivitas gunung Anak Krakatau yang masih aktif hingga saat ini. Pihaknya memastikan sampai saat ini belum ada informasi jika aktifitas gunung purba yang masih aktif tersebut akan berimbas pada ketinggian gelombang di laut laut yang ada di Indonesia.

| Baca Juga:  ASN Tidak Netral? Ini Jawaban Pemkab Tulungagung

| simak video berita terkait:

“Sampai saat ini Tulungagung aman, tsunami di Selat Sunda kemarin kan imbas gunung Anak Krakatau yang beraktifitas, semoga saja imbasnya ndak sampai ke sini,” lanjutnya.

Namun pihaknya meminta masyarakat untuk tetap berhati-hati dan waspada, walaupum pihaknya memastikan 2 alat Early Warning System (EWS) yang ada di Pantai Popoh dan Sidem masih berjalan normal, namun ada puluhan pantai yang ada di Tulungagung.

Soeroto mengakui pihaknya masih memiliki satu lagi EWS yang terpasang di pantai Sine namun keberadaanya saat ini sudah rusak dan tidak berfungsi sama sekali.

| Baca Juga:  Minimalisir Korban, BPBD Kota Kediri Simulasikan Tindakan Mandiri Saat Bencana Alam

“EWS yang di pantai Sine itu rusak, dulu habis dipakai untuk pelatihan dan sekaramg sudah rusak,” tegasnya.

Dengan adanya kondisi seperti ini pihaknya hanya bisa memaksimalkan fungsi relawan laut dan Pokdarwis yang mengelola wisata laut, guna menginformasikan dan menyampaikan apabila ditemukan tanda tanda gejala tsunami, mengingat mereka telah dilatih untuk mendeteksi dan mengarahkan masyarakat menuju lokasi evakuasi jika terjadi bencana.

“Kita tetap waspada, kita maksimalkan relawan laut yang ada termasuk pokdarwis kan sudah kita beri pelatihan untuk tanggap darurat,” pungkasnya.(*)

Reporter: Firmanto Imansyab
Editor  : Linda Kusuma