Beranda Peristiwa Penindakan Meningkat, Peredaran Rokok Ilegal Mirip Pola Peredaran Narkotika

Penindakan Meningkat, Peredaran Rokok Ilegal Mirip Pola Peredaran Narkotika

BERBAGI
petugas menunjukkan rokok ilegal yang berhasil diamankan.(Foto: Ana Alana)

AGTVnews.com – Pola peredaran rokok ilegal saat ini semakin mirip dengan pola peredaran narkotika. Diduga kondisi ini akibat semakin ketatnya penindakan terhadap peredaran rokok ilegal.

Dengan kondisi ini banyak pengedar yang mengedarkan rokok dengan cara tertutup. Pernyataan ini disampaikan Kepala Kantor Pengawasan Dan Pelayanan Bea Dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Blitar, Arif Setijo Nugroho.

Menurutnya, para pengedar rokok ilegal ini hanya melayani pemesanan dari jaringan yang sudah dikenal saja.

“Mereka (para pengedar) hanya melayani pemesan oleh anggota jaringan yang sudah dikenal. Selain yang sudah jadi anggota jaringan tidak akan dilayani ,” ungkap Arif Setijo Nugroho, Rabu (12/12/2018).

| Baca Juga:  Bea Cukai Blitar Musnahkan Barang Sitaan Senilai Setengah Miliar

|video rekomndasi untuk anda:

 

 

“Polanya tertutup, bahkan jika kita memesan melalui nomer handphone yang tidak dikenali akan langsung ditolak. Hal inilah yang membuat penyelidikan menjadi agak sulit,” imbuhnya.

Tak hanya itu, rokok yang diedarkan juga hanya dalam jumlah kecil. Bahkan transaksinya biasa dilakukan di pinggir jalan. Para pengedar ini tidak lagi menggunakan mobil box ataupun motor dengan tambahan pengangkut (obrok) untuk mengedarkan rokok ilegal.

“Mereka hanya bawa tas ransel. Namun jumlah pengedarnya cukup banyak,” imbuhnya.

| Baca Juga:  Walikota Kediri Apresiasi KPPBC TMC Lampaui Target 2017

Sepanjang 2018 KPPBC Tipe Madya Pabean C Blitar berhasil menyita sekitar 1,3 juta batang rokok ilegal dari empat daerah di bawah KPPBC Tipe Madya Pabean C Blitar diantaranya Kota Blitar, Kabupaten Blitar, Tulungagung dan Trenggalek.

Dari jumlah tersebut ada 368.242 batang rokok telah dimusnahkan dengan nilai mencapai Rp 261 juta. Sementara itu sisanya masih menunggu izin dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) untuk dapat dimusnahkan.(*)

Reporter: Ana Alana
Editor: Linda Kusuma