Beranda Peristiwa Waspada, Blitar Tidak Masuk Program Pemasangan Alat Deteksi Tsunami

Waspada, Blitar Tidak Masuk Program Pemasangan Alat Deteksi Tsunami

BERBAGI
blitar hari ini
Pantai selatan Jawa merupakan daerah yang memiliki tingkat kerawanan gempa yang tinggi. (foto: bmkg.go.id)

AGTVnews.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar memastikan tidak akan ada pemasangan alat deteksi tsunami di Kabupaten Blitar. Pernyataan ini disampaikan kepala BPBD Kabupaten Blitar Heru Irawan.

Menurut dia, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan memasang 20 alat deteksi tsunami. Namun dari jumlah tersebut tak satupun yang dipasang di Kabupaten Blitar.

Kepastian ini diperoleh usai diundang oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) beberapa pekan lalu. Pertemuan ini terkait persiapan pemasangan 20 alat pendeteksi tsunami.

| Baca Juga:  7 Korban Keracunan Dawet Masih Dirawat di Puskesmas

“Memang akan ada pemasangan 20 alat pendeteksi tsumani, namun dari jumlah tersebut tidak ada yang dipasang di Kabupaten Blitar,” ungkap Heru Irawan, Sabtu (5/1/2019).

Beberapa titik yang dipasang alat pendeteksi tsunami ini diantaranya yang disebelah selatan lurus dengan daerah Bantul. Sementara di sebelah timur lurus dengan Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Kalau di sebelah selatan paling dekat dengan Blitar adalah lurus dengan daerah Bantul. Kalau yang ke timur itu di NTB. Memang jaraknya jauh karena jumlahnya cuma 20. Itupun program pemerintah pusat ya, kami hanya diberi informasi saja,” paparnya.

| Baca Juga:  Armada Tanpa Rem Tangan Terjaring Sidak Mudik

Meski tidak memiliki alat pendeteksi tsunami, pihaknya meminta masyarakat tidak khawatir dan terpancing isu terkait bencana alam yang belum tentu kebenaranya.

Namun, dengan beberapa kejadian tsunami yang melanda Indonesia tahun 2018, pihaknya mengimbau masyarakat tetap waspada. Utamanya warga yang sehari-hari beraktifitas di sekitar pesisir pantai selatan seperti wisatawan, nelayan dan para pedagang.

“Imbauan kami tetap jangan terpancing isu. Namun juga harus tetap waspada karena kita tidak tau datangnya bencana,” pungkasnya.(*)

Reporter: Ana Alana
Editor  : Linda Kusuma