Beranda Hukum Kriminal Bongkar Prostitusi Online, Polres Tulungagung Amankan Mucikari

Bongkar Prostitusi Online, Polres Tulungagung Amankan Mucikari

BERBAGI
Kapolres Tulungagung menunjukkan barang bukti prostitusi online.(Foto:Firmanto Imansyah)

AGTVnews.com – Satreskrim Polres Tulungagung berhasil membongkar jaringan prostitusi yang menggunakan salah satu hotel mewah di Tulungagung sebagai lokasi asusilanya.

Keterangan ini disampaikan Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar. Menurutnya, jaringan prostitusi ini melalui pesan singkat whatsapp.

“Kasus ini terbongkar pada Selasa (28/1/2019) kemarin sekitar pukul 23.00 wib. Satu mucikari ditetapkan sebagi tersangka, sedangkan dua pelaku asusila yakni pengguna jasa prostitusi dan pelakunya statusnya masih saksi,”jelas Tofik, Kamis (31/1/2019).

Tofik menjelaskan, mucikari yang diamankan adalah Eko Tri Cahyono (19 tahun) warga desa Sidorejo kecamatan Kauman. Eko ditetapkan sebagai ditetapkan sebagai tersangka karena menyediakan jasa prostitusi.

|video rekomendasi untuk anda:

 

Sedangkan Risdianto alias Roni (38 tahun) warga desa Gesikan Kecamatan Pakel sebagai penyewa jasa dan FSR (24 tahun ) warga desa Notorejo kecamatan Gondang sebagai pelaku jasa asusila masih berstatus saksi.

Tofik menegaskan, penyelidikan kasus ini tidak hanya berhenti pada nama-nama pelaku yang telah ditetapkan statusnya, namun juga pihak-pihak lain yang terkait di dalamnya.

| Baca Juga:  Terlalu Lama Menjomblo, Laki-laki Ini Pilih Gantung Diri

“Mucikarinya sudah kita tetapkan sebagai tersangka, sedangkan pemesan dan pelakunya kita tetapkan sebagai saksi,” ujarnya.

Kasus ini diungkap dari hasil pengembangam informasi masyarakat. Petugas melakukan pendalaman dan berhasil mengamankan mucikari di depan hotel. Sementara saksi-saksi di dalam kamar hotel di jalan Agus Salim Tulungagung tersebut.

Dalam penangkapan tersebut petugas mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya, pakaian dalam, 4 buah handphone dan uang tunai hasil transaksi online sebesar Rp 2 juta.

“Sekali transaksi tarifnya Rp 2 juta. Kita amankan juga uang dan pakaian dalam pelaku serta smartphone milik tersangka dan pelaku,” ungkapnya.

Tofik menegaskan, dari kejadian ini tersangka dijerat dengan asal 296 KUHP junto pasal 506 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 1 tahun 6 bulan.(*)

Reporter: Firmanto Imansyah
Editor: Linda Kusuma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here